Tuesday, August 16, 2016

Virus Licik Mengubah Kimia Tanaman Host Untuk Memikat Penyerbuk

Laporan Penelitian Virus Licik Mengubah Kimia Tanaman Host Untuk Memikat Penyerbuk
Penelitian ~ Virus licik membantu tanaman berkembang biak sehingga menciptakan lebih banyak host. Tanaman tomat yang terinfeksi mengeluarkan aroma khusus yang memikat penyerbuk.

Virus tidak menghancurkan host berdaun karena virus tanaman umum mengambil pendekatan lebih lazim demi dominasi yang membuat tanaman terinfeksi lebih menarik bagi penyerbuk dan memastikan pasokan terus menerus host tanaman rentan virus untuk generasi mendatang.

"Patogen melakukan kecurangan dengan cara membantu inang," kata John Carr, botanis University of Cambridge di Inggris.

Tanaman memberikan koktail yang mudah menguap dan mengirim sinyal ke penyerbuk, predator dan tanaman lainnya. Carr dan tim menemukan tanaman tomat terinfeksi virus mosaik mentimun memiliki materi kimia berbeda dari kimia tanaman non-terinfeksi dan lebah lebih suka hinggap di tanaman yang terinfeksi.

Ketika tanaman tomat terinfeksi mengandalkan fertilisasi, mereka menghasilkan biji yang lebih sedikit daripada rekan-rekan yang sehat. Tapi ketika lebah membantu jalur keluar, produksi benih tanaman yang terinfeksi cocok dan cpat menyebar yang memberi manfaat pada virus juga.

Dengan memastikan bahwa tanaman yang sakit masih bisa mereproduksi, gen-gen yang rentanan terhadap virus tetap terjaga dalam populasi sedangkan tanaman yang tahan virus tidak memperoleh pijakan kuat. Tim juga menemukan virus mosaik mentimun mengubah kimia tanaman dengan mengganggu sistem imun.

Biasanya tanaman mengidentifikasi patogen ketika bit materi genetik asing beroperasi di dalam dan enzim pembungkam mencincang penjajah asing. Tapi protein virus disebut 2b mengganggu proses ini dengan mengikat molekul pembungkam sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan semestinya.

Jurnal : Simon C. Groen et al. Virus Infection of Plants Alters Pollinator Preference: A Payback for Susceptible Hosts? PLOS Pathogens, August 11, 2016, DOI:10.1371/journal.ppat.1005790
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment