Saturday, August 6, 2016

Burung Frigate Memang Bisa Tidur di Tengah Penerbangan Tanpa Jatuh

Burung Frigate Memang Bisa Tidur di Tengah Penerbangan Tanpa Jatuh
Penelitian ~ Burung frigate tidur di tengah penerbangan. Burung Cikalang bisa tidur ketika sayap mengepak dengan satu atau kedua bagian otak bahwa bukti pertama tidur siang di pesawat tanpa memutus langit.

Perdebatan akhirnya dimasukkan ke gudang. Perekam gelombang otak mengkonfirmasi bahwa burung memang tidur saat terbang, tetapi hanya untuk waktu yang sangat singkat dan biasanya hanya dengan satu setengah bagian otak mereka.

Ketika Charles Darwin tiba di Kepulauan Galapagos pada tahun 1839 kagum kebiasaan burung frigate melakukan manuver penerbangan anggun dan kemampuan melambung tinggi-tinggi. Kemudian dengan kecepatan panah, paruh panjang dan leher yang terulur memotong ikan di dalam air.



Beberapa jenis burung melakukan perjalanan jarak jauh non-stop yang mendorong spekulasi bahwa mereka harus tidur siang di pertengahan penerbangan. Fregata terbang terus menerus sampai 2 bulan. Di sisi lain, sandpiper laki-laki melupakan tidur selama musim kawin.

"Beberapa orang berpikir tidur harus unihemispheric. Tapi itu tidak terjadi. Mereka tidur dengan kedua belahan otak dan tidak jatuh," kata Niels Rattenborg, ornitolog Max Planck Institute for Ornithology di Seewiesen, Jerman.

Rattenborg dan tim melengkapi monitor aktivitas otak 14 burung frigate. Selama penerbangan panjang, burung-burung tidur rata-rata 41 menit per hari. Saat tidur sambil terbang menggunakan satu belahan otak seperti halnya bebek dan lumba-lumba, tapi kadang-kadang juga menggunakan keduanya.

Jurnal : Niels C Rattenborg et al. Evidence that birds sleep in mid-flight, Nature Communications, 03 August 2016, DOI:10.1038/ncomms12468
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment