Wednesday, August 3, 2016

Kehidupan yang Muncul Hari ini Adalah Prematur, Paradigma Kosmologis

Penelitian ~ Perspektif kosmos menunjuk kehidupan tidak semestinya ada hari ini. Alam semesta berumur 13,8 miliar tahun, sedangkan Bumi terbentuk 4,5 miliar tahun lalu pada akhirnya kehidupan adalah prematur.

Beberapa kosmolog berpikir kesenjangan waktu muculnya alam semesta dan Bumi berarti kehidupan di planet lain miliaran tahun lebih tua. Tapi pekan lalu para teoritikus menunjukkan bahwa kehidupan hari ini sebenarnya muncul terlalu dini dari perspektif kosmologi.

"Jika Anda bertanya kapan kehidupan paling mungkin muncul? Anda mungkin naif mengatakan, sekarang. Tapi kami menunjukkan bahwa kesempatan hidup jauh lebih tinggi di masa depan," kata Abraham Loeb, kosmolog Harvard University.

Kosmologi menggaris kehidupan tidak bisa dimulai lebih awal dari 10 juta tahun setelah Big Bang karena seluruh alam semesta bermandikan latar belakang radiasi termal di atas suhu didih air cair. Alam semesta mendingin dan layak dihuni pada suhu nyaman 0-100 derajat Celcius terjadi 10 hingga 17 juta tahun setelah Big Bang.

Bintang-bintang pertama terbentuk 30 juta tahun pasca Big Bang. Dalam beberapa juta tahun supernova pertama menebar kosmos dengan elemen yang diperlukan bagi benih kehidupan. Matahari terbentuk 4,6 miliar tahun lalu dengan massa sebanding, tapi bintang bermassa rendah hidup seribu kali lebih panjang hingga 10 triliun tahun.

"Faktor dominan daya tahan bintang. Semakin tinggi massa bintang semakin lebih pendek umur hidup," kata Loeb.

Bintang bermassa 3 kali Matahari berakhir sebelum kehidupan memiliki kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, bintang bermassa 10% Matahari bersinar selama 10 triliun tahun yang memberi waktu cukup bagi kehidupan untuk muncul di setiap planet yang mengitari. Bahkan kehidupan 1000 kali lebih tinggi di masa depan.

"Mengapa kita tidak hidup di masa depan di sebelah bintang bermassa rendah? Salah satu kemungkinan adalah kita prematur. Kemungkinan lain adalah lingkungan di sekitar bintang bermassa rendah berbahaya bagi kehidupan," kata Loeb.

Katai merah hidup untuk waktu yang cukup lama, tapi juga menimbulkan ancaman unik. Di masa mudanya memancarkan flare kuat dan radiasi UV menggiris atmosfer setiap dunia zona layak huni. NASA’s Transiting Exoplanet Survey Satellite dan James Webb Space Telescope.

Jurnal : Abraham Loeb et al. Relative Likelihood for Life as a Function of Cosmic Time, arXiv, last revised 26 Jul 2016, arXiv:1606.08448
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment