Friday, July 29, 2016

Bakteri Dalam Hidung Menghasilkan Antibiotik Melawan Staphylococcus aureus

Penelitian ~ Hidung tahu bagaimana melawan Staphylococcus aureus. Bakteri yang ditemukan di sekret hidung dapat melawan infeksi mikroba resisten antibiotik.

Hidung manusia menjadi pelabuhan tidak hanya musuh yang mematikan seperti methicillin-resistant strain (MRSA), tetapi juga musuh alaminya. Para ilmuwan pekan ini melaporkan isolasi senyawa musuh yang mungkin memerangi MRSA Staphylococcus aureus.

"Kami tidak mengharapkan menemukan ini karena kami hanya berusaha memahami ekologi hidung untuk memahami bagaimana S. aureus menyebabkan masalah," kata Andreas Peschel, bakteriolog University of Tübingen di Jerman, saat jumpa pers 26 Juli selama EuroScience Open Forum.

Investigasi kompetisi intens antarspesies di hidung di mana mikroba berjuang menguasai ruang dan akses sumberdaya gula dan asam amino yang mungkin menawarkan pendekatan alternatif untuk mencari kandidat desain obat baru dalam mikroba.

Sejauh ini mikrobiom manusia hanya menghasilkan segelintir antibiotik baru yang potensial termasuk lactocillin, tapi senyawa baru membuka kegunaan aplikasi topikal dan bukan sebagai antibiotik sistemik. Sedangkan antibiotik sistemik baru yang paling dibutuhkan untuk saat ini.

Meskipun lingkungan relatif miskin unsur hara, hidung manusia adalah rumah bagi lebih dari 50 spesies bakteri. Salah satunya adalah S. aureus penyebab dominan infeksi di rumah sakit seperti MRSA serta infeksi pada darah dan jantung.

Ada variabilitas besar mikroba dalam hidung di antara individu. Sementara S. aureus hadir dalam saluran hidung sekitar 30 persen orang, tapi 70 persen orang lainnya tidak memiliki tanda-tanda terebut. Penjelaskan perbedaan ini merupakan ekologi hidung.

Peschel dan tim berteori bahwa penduduk hidung bersaing di ceruk yang keras. Dari sampel sekresi hidung, tim mengisolasi 90 strain spesies Staphylococcus yang berbeda. Kelompok 70 persen hidung yang tidak memiliki S. aureus karena diblokir oleh mikroba lain.

Satu bakteri Staphylococcus lugdunensis membunuh S. aureus ketika keduanya tumbuh bersama dalam sebuah piring. Tapi berbagai mutasi S. lugdunensis menghasilkan strain yang tidak membunuh. Modifikasi gen menawarkan antibiotik dimana para peneliti menjuluki lugdunin sebagai contoh pertama kelas baru antibiotik.

Lugdunin mampu menangkis MRSA serta strain Enterococcus yang sering resisten antibiotik jenis vancomycin. Tim juga mengadu S. lugdunensis terhadap S. aureus dalam tabung reaksi dan tikus dengan S. lugdunensis sebagai pemenang kompetisi.

Hanya 5,9 persen dari 187 pasien rumah sakit memiliki S. aureus di hidung jika mereka juga memiliki S. lugdunensis. Sedangkan S. aureus hadir 34,7 persen pada pasien yang tidak memiliki S. lugdunensis. Lugdunin juga membersihkan infeksi kulit Staph pada tikus, tetapi tidak jelas bagaimana senyawa bekerja.

Para ilmuwan tidak bisa mengesampingkan bahwa hal ini merusak membran sel yang bisa membatasi penggunaannya pada manusia untuk antibiotik topikal. Peschel dan rekan juga menunjukkan bakteri itu sendiri mungkin probiotik yang baik untuk menangkis infeksi Staph pada pasien rumah sakit yang rentan.

Jurnal : Alexander Zipperer et al. Human commensals producing a novel antibiotic impair pathogen colonization, Nature, 27 July 2016, DOI:10.1038/nature18634
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment