Langsung ke konten utama

4 Saudara Kloning Domba Dolly Menjalani Penuaan Dengan Wajar dan Sehat

Penelitian ~ Saudara kloning domba Dolly melewati penuaan dengan anggun. Debbie, Denise, Dianna dan Daisy yang diklon pada tahun 2007 dari jaringan kelenjar susu normal dan sehat.

Teknik untuk membuat salinan hampir identik tidak membahayakan kesehatan bahwa klon tidak menua sebelum waktunya. Kekhawatiran para ilmuwan bahwa transfer sel nuklir somatik menyebabkan masalah kesehatan pada hewan kloning berakhir. Domba kloning tidak memiliki tanda penuaan dini atau masalah lainnya.

"Hewan-hewan ini sangat sehat dan berada dalam kisaran normal yang kita harapkan pada zaman ini," kata Kevin Sinclair, biolog University of Nottingham di Leicestershire, Inggris, saat konferensi pers di EuroScience Open Forum, Inggris.



Teknik kloning menempatkan nuklei DNA yang mengandung sel dewasa menjadi sel telur di mana DNA diprogram untuk sebuah embrio. Domba Dolly lahir pada tahun 1996 adalah mamalia pertama yang pernah kloning dan sejak itu para ilmuwan telah mengkloning berbagai hewan.

Teknik ini tidak selalu bekerja dan banyak klon potensial mati sebelum lahir atau segera setelah pembuahan. Hewan yang bertahan juga mungkin memiliki masalah karena reprogram DNA tidak lengkap. Dolly sendiri memunculkan kecemasan bahwa usia klon jatuh lebih cepat.

Dibandingkan dengan hewan lain seusianya, Dolly memiliki telomere lebih pendek yaitu topi yang melindungi ujung kromosom tidak terurai. Telomere pendek selama ini berkorelasi dengan penuaan dini. Ditambah Dolly memiliki arthritis parah dan meninggal pada umur 6 tahun. Domba lain dalam kawanannya mati terinfeksi virus.

Sinclair dan tim meneliti 13 domba kloning berumur 7 hingga 9 tahun atau kira-kira setara dengan manusia di usia 50-an hingga 70-an. Empat domba yaitu Debbie, Denise, Dianna dan Daisy diklon pada tahun 2007 dari jaringan kelenjar susu yang sama dihasilkan Dolly.

"Kami memiliki 4 saudara hampir identik dengan Dolly dan menjadi kesempatan besar meninjau kembali persepsi ini," kata Sinclair.

Empat saudara klon Dolly dan 9 klon domba lain dibesarkan dengan cara tradisional. Kloning domba memiliki gula darah, kadar insulin dan tekanan darah normal. Beberapa memiliki arthritis ringan. Salah satu adik klon Dolly memiliki arthritis moderat. Para ilmuwan belum mengukur telomere klon.

Domba diklon dengan modifikasi teknik asli yang mungkin telah menghasilkan hasil lebih baik. Tapi masalah Dolly tidak selalu berasal dari klon. Arthritis mungkin akibat dari trauma sendi dan tidak jelas apakah telomere yang pendek benar-benar merupakan indikator penuaan dini.

Tentu kematian tidak memiliki hubungan yang definitif dengan hewan produk klon karena hewan non-klon dalam kawanannya juga meninggal di usia dini. Secara keseluruhan mungkin Dolly menjalani sedikit kurang beruntung.

Kloning saat ini dilakukan kebanyakan di Amerika Selatan dan Asia. Polo kuda dan sapi adalah salah satu hewan paling banyak dikloning. Kloning begitu mahal dan tidak efisien bahwa hewan harus sangat khusus kloning untuk menjadi layak produksi. Hewan yang paling banyak dikloning adalah hewan berharga tinggi.

Jurnal : K. D. Sinclair et al. Healthy ageing of cloned sheep, Nature Communications, 26 July 2016, DOI:10.1038/ncomms12359

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…