Skip to main content

Primata Prosimian Nokturnal Kukang dan Aye-Aye Penggemar Alkohol Sejati

Penelitian ~ Beberapa primata lebih suka nektar dengan kadar alkohol besar. Dua primata prosimian yaitu kukang (Nycticebus coucang) dan aye-aye (Daubentonia madagascariensis) membedakan konsentrasi alkohol.

Sementara kupu-kupu peminum kecil, burung mendapatkan sedikit fermentasi buah yang membuat nyaring ocehan. Rusa mabuk setelah mencuri anggur apel di Swedia dan simpanse menikmati nira beralkohol dan primata lain termasuk manusia menghasilkan enzim untuk mengekstrak alkohol sehingga lebih banyak selera.

Kandungan alkohol tinggi diterjemahkan kalori makin tinggi sehingga para ilmuwan berteori primata penenggak nektar memiliki preferensi boozier minuman. Sekarang 2 primata kecil memiliki rasa sangat baik dalam membedakan kadar alkohol yang selanjutnya lebih memilih konsentrasi tertinggi

Pekan ini para ilmuwan melaporkan primata kecil meneguk jus bahagia bersama kukang penggemar fermentasi nektar kelapa dan aye-aye terutama makan larva kumbang tapi kadang-kadang mengkonsumsi nektar dari pohon traveler (Ravenala madagascariensis).

"Aye-aye pada dasarnya pelatuk primata. Mereka memiliki jari memanjang kurus untuk mendeteksi dan mengekstrak belatung dari batang pohon membusuk," kata Nathaniel Dominy, biolog Dartmouth College di Hanover.

"Ini membingungkan bahwa mereka dapat mencerna alkohol sangat efisien. Jika fermetasi nektar, maka pencernaan alkohol hiper-efisien masuk akal dalam ekologi," kata Dominy.

Mutasi genetik memungkinkan untuk mencerna alkohol lebih cepat dalam tubuh bahwa sifat manusia memiliki garis lurus berbagi satu leluhur dengan aye-aye nokturnal yang hanya ditemukan di Madagaskar dan primata prosimian kukang di Asia selatan.

Preferensi alkohol merupakan adaptasi evolusioner dan aroma buah fermentasi memungkinkan nenek moyang awal kera menemukan sumber buah tersembunyi di pohon sehingga driver kukang dan aye-aye harus mencerminkan jalur evolusi yang sama.

Jurnal : Samuel R. Gochman et al. Alcohol discrimination and preferences in two species of nectar-feeding primate, Royal Society Open Science, 20 July 2016, DOI:10.1098/rsos.160217

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…