Thursday, July 21, 2016

Primata Prosimian Nokturnal Kukang dan Aye-Aye Penggemar Alkohol Sejati

Penelitian ~ Beberapa primata lebih suka nektar dengan kadar alkohol besar. Dua primata prosimian yaitu kukang (Nycticebus coucang) dan aye-aye (Daubentonia madagascariensis) membedakan konsentrasi alkohol.

Sementara kupu-kupu peminum kecil, burung mendapatkan sedikit fermentasi buah yang membuat nyaring ocehan. Rusa mabuk setelah mencuri anggur apel di Swedia dan simpanse menikmati nira beralkohol dan primata lain termasuk manusia menghasilkan enzim untuk mengekstrak alkohol sehingga lebih banyak selera.

Kandungan alkohol tinggi diterjemahkan kalori makin tinggi sehingga para ilmuwan berteori primata penenggak nektar memiliki preferensi boozier minuman. Sekarang 2 primata kecil memiliki rasa sangat baik dalam membedakan kadar alkohol yang selanjutnya lebih memilih konsentrasi tertinggi

Pekan ini para ilmuwan melaporkan primata kecil meneguk jus bahagia bersama kukang penggemar fermentasi nektar kelapa dan aye-aye terutama makan larva kumbang tapi kadang-kadang mengkonsumsi nektar dari pohon traveler (Ravenala madagascariensis).

"Aye-aye pada dasarnya pelatuk primata. Mereka memiliki jari memanjang kurus untuk mendeteksi dan mengekstrak belatung dari batang pohon membusuk," kata Nathaniel Dominy, biolog Dartmouth College di Hanover.

"Ini membingungkan bahwa mereka dapat mencerna alkohol sangat efisien. Jika fermetasi nektar, maka pencernaan alkohol hiper-efisien masuk akal dalam ekologi," kata Dominy.

Mutasi genetik memungkinkan untuk mencerna alkohol lebih cepat dalam tubuh bahwa sifat manusia memiliki garis lurus berbagi satu leluhur dengan aye-aye nokturnal yang hanya ditemukan di Madagaskar dan primata prosimian kukang di Asia selatan.

Preferensi alkohol merupakan adaptasi evolusioner dan aroma buah fermentasi memungkinkan nenek moyang awal kera menemukan sumber buah tersembunyi di pohon sehingga driver kukang dan aye-aye harus mencerminkan jalur evolusi yang sama.

Jurnal : Samuel R. Gochman et al. Alcohol discrimination and preferences in two species of nectar-feeding primate, Royal Society Open Science, 20 July 2016, DOI:10.1098/rsos.160217
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment