Thursday, July 21, 2016

Misi Kedua Teleskop Pemburu Exoplanet Kepler (K2) Konfirmasi 104 Dunia Baru

Penelitian ~ Kepler menambah konfirmasi koleksi 104 exoplanet. Misi kehidupan kedua teleskop ruang angkasa Kepler yang disingkat K2 menemukan kantong-kantong alien.

Meskipun sebagian lumpuh karena serangkaian malfungsi, wahana ruang angkasa Kepler masih kuat. Salah satu andalan pemburu planet ekstrasurya NASA menemukan sedikitnya 104 dunia baru yang mengorbit bintang lain selama tahun pertama sejak kebangkitan keduanya.

Setelah kekhawatiran tewas, Kepler menangkap fajar rumah masa depan baru. Satelit pemburu planet yang tampak rusak dan diperbaiki 3 tahun lalu, hari ini menunjuk hal power sangat banyak dengan batch lebih dari 100 cita-cita dunia baru yang ditemukan pada tahun 2015.

Perangkat dirancang untuk menatap tanpa kedip bidang langit untuk peredupan bintang yang menandai transit planet adalah sukses fenomenal setelah peluncuran tahun 2009 dan selama 4 tahun mengumpulkan data ribuan exoplanet meskipun pada tahun 2012 kemudian 3 tahun misinya salah satu dari 4 roda reaksi gagal.

Sebagian besar planet dikonfirmasi bermassa kurang dari 3 kali Bumi. Kira-kira selusin ukuran yang sama seperti Bumi atau lebih kecil. Beberapa dunia hidup dalam sistem multiplanet seperti K2-72 di mana 4 dunia kecil mungkin berbatu yang berdesakan dalam orbit kecil dengan terpanjang hanya 24 hari.

Para ilmuwan melaporkan gabungan pengamatan Kepler dan teleskop berbasis darat menggunakan perhitungan statistik untuk memverifikasi setiap planet kandidat, meskipun beberapa dunia mengorbit bintang lebih dingin daripada Matahari, energi diterima sebanyak Bumi yang menandai potensi layak huni.

"Kami menyaring validasi set 104 kandidat (57 dalam sistem multi-planet), 30 positif palsu dan 63 kandidat tersisa. Sistem validasi kami mencakup berbagai sifat dengan nilai rata-rata R_P = 2,3 R_E, P = 8,6 d, Tef = 5300 K, dan Kp = 12,7 mag," kata Ian Crossfield, astrofisikawan University of Arizona di Tucson.

Riwayat spektakuler Kepler menatap patch langit dan mendafar katalog lebih dari 2.300 exoplanet. Setelah kegagalan 2 komponen stabilisator lensa, tim merancang misi baru dijuluki K2. Sejak tahun 2014 teleskop telah memindai band langit selaras orbit Bumi selama 80 hari sebelum pindah ke petak berikutnya.

Tim tidak membiarkan Kepler sia-sia. Sebaliknya, mereka rejiggered pesawat ruang angkasa sehingga bisa memanfaatkan tekanan dari sinar Matahari untuk menstabilkan sendiri sehingga meluncurkan misi K2. Setup baru sebenarnya mencakup lebih dari langit dengan bidang ekliptika menyapu semua pandang bintang lebih kecil dingin, bintang.

"Karena bintang-bintang yang lebih kecil begitu umum di Bima Sakti, bisa jadi kehidupan lebih sering muncul pada planet yang mengorbit dingin, bintang merah daripada planet di sekitar bintang seperti Matahari," kata Crossfield dalam siaran pers.

Referensi : Ian J. M. Crossfield et al. 197 Candidates and 104 Validated Planets in K2's First Five Fields, arXiv, Submitted on 18 Jul 2016, arXiv:1607.05263
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment