Saturday, July 16, 2016

Petani Awal Bukan Dari Sumber Tunggal, Hasil Sekuen DNA Situs Iran

Penelitian ~ Dua kelompok menyebarkan pertanian awal. Budaya Fertile Crescent menyimpang jalan pertanian timur dan barat bahwa tempat lahir peradaban pertanian adalah budaya beragam.

Sekuen DNA menunjuk petani pertama memiliki asal-usul beragam. Kerangka neolitik di Iran menjelaskan perdebatan mengenai apakah pertanian menyebar keluar dari satu sumber kawasan atau apakah beberapa kelompok menyebarkan teknologi di seluruh Eurasia semakin rumit.

Dua masyarakat hidup side by side 10.000 tahun lalu di lembah-lembah Timur Tengah kaya Fertile Crescent di mana manusia pertama kali belajar pertanian seiring waktu membawa pertanian ke Eropa dan lainnya membawa tradisi ke Asia Selatan.


Inovator yang menebar benih-benih fajar pertanian bukan satu populasi di Asia Barat, tetapi beberapa populasi yang berdekatan dan semua memiliki nasib baik untuk tinggal di zona yang kaya potensi domestikasi tanaman dan hewan kemudian mengeksploitasi.

Peralihan gaya hidup berburu dan meramu menjadi agroindustri pertama terjadi sekitar 10.000 tahun lalu di Asia selatan setelah Zaman Es terakhir dan menyebar dengan cepat di seluruh Eurasia sebagai salah satu perilaku paling penting dalam sejarah manusia terjadi tumpang tindih.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan bahwa petani Eropa pertama datang dari Anatolia barat dekat situs Istanbul dan Anatolian sudah mulai keluar bahkan lebih ke timur di situs lebih tua di Iran, Irak, Suriah dan Turki tenggara di mana pertanian dimulai.

"Orang-orang Fertile Crescent adalah salah satu kelompok genetik dan budaya, tetapi sebenarnya mereka mungkin dua atau lebih," kata Joachim Burger, genetikawan Johannes Gutenberg University Mainz di Jerman.

Tapi sisa-sisa DNA berumur 7000 hingga 10.000 tahun yang ditemukan di 2 pemukiman Iran kuno memiliki cerita berbeda. Rasio karbon dan nitrogen tulang menunjuk orang-orang di sana makan sereal yang dibudidayakan daripada daging buruan.

Sementara petani telah hidup beberapa ribu tahun sebelum Anatolian, analisis genetik membawa 2 garis darah tidak terkait. Bahkan kedua kelompok mungkin terpisah lebih dari 45.000 tahun atau setelah manusia tiba dari Afrika. Bahkan 10.000 tahun lalu, nenek moyang Iran dan Anatolian terisolasi selama 36.000 hingga 67.000 tahun.

Petani awal gunung Zagros meninggalkan warisan genetik di Pakistan, Afghanistan dan terutama Zoroastrianisme di Iran tapi DNA Iran kuno sangat berbeda dari petani Anatolia Barat. Dua kelompok terpisah 2000 kilometer dan 2000 tahun turun dari pemburu-pengumpul yang terpisah 46.000 hingga 77.000 tahun.

Bukti petani Anatolia beberapa ribu tahun lebih muda dari situs Iran bahwa kedua kelompok mungkin tampak berbeda, berbicara bahasa terpisah dan tidak kawin, tapi berbagi ide pertanian awal yang mengambil berabad-abad untuk mengkonversi diri dari berburu dan meramu ke cara hidup agraria.

"Domestikasi hewan liar tidak lebih rumit dari pertanian pada saat yang sama," kata Burger.

Referensi :

Farnaz Broushaki et al. Early Neolithic genomes from the eastern Fertile Crescent, Science, 14 Jul 2016, DOI:10.1126/science.aaf7943

Zuzana Hofmanová et al. Early farmers from across Europe directly descended from Neolithic Aegeans, Proceedings of the National Academy of Sciences, June 6, 2016, DOI:10.1073/pnas.1523951113

Iosif Lazaridis et al. The genetic structure of the world's first farmers, bioRxiv, DOI:10.1101/059311

Marcos Gallego Llorente et al. The genetics of an early Neolithic pastoralist from the Zagros, Iran, bioRxiv, DOI:10.1101/059568
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment