Monday, July 4, 2016

Ikan Mengevolusi Kemampuan Hidup Di Darat Setidaknya 30 Kali

Penelitan ~ Ikan mengevolusi hidup di darat lebih dari 30 kali. Ikan pertama yang naik ke darat lebih dari 350 juta tahun silam bukan kebetulan bahwa gaya hidup nenek moyang melompat dari banyak kegagalan.

Keanekaragaman amfibi hidup hari ini menyatakan bahwa sobat laut mengevolusi kemampuan keluar dari air setidaknya 30 kali dan faktor-faktor yang mendorong perubahan gaya hidup ekstrim mungkin mengisyaratkan bagaiman akuatik pertama naik ke panggung tanah.

Keberhasilan mengkolonialisasi daratan adalah transisi tak terduga yang memungkinkan menghitung berapa kali ikan saat ini beradaptasi dengan kehidupan keluar dari air dan menentukan apakah para perambah tanah memiliki kesamaan.



Setidaknya 130 spesies ikan hidup di darat hari ini, Belut Amerika (Anguilla rostrata) yang melata di kubangan setelah hujan, Kalajengking Laut Berkepala Sapi (Taurulus bubalis) di pesisir melompat dari ombak pasang ketika tingkat oksigen terlalu rendah hingga Penjaga Lumpur (Periophthalmus barbarus) merangkak.

Para ilmuwan pekan lalu bertaruh pohon keluarga ikan penuh dengan contoh 33 keluarga yang mengandung setidaknya satu ikan dengan afinitas untuk memanjat darat dengan kokoh bahwa lompatan kehidupan darat berevolusi harus terjadi berkali-kali.

Sekelompok ikan pesisir Blennioidei membuat pohon keluarga lebih fine-tuned mendarat setidaknya 3 waktu berbeda dan mungkin sebanyak 7 kali. Blenni Pacific (Alticus arnoldorum) melompat-lompat di atas batu dan memiliki sirip yang mampu memegang batu ktika dipukul gelombang.

Transisi ke tanah sering di zona intertidal yang mengisyaratkan gaya hidup nenek moyang datang ke darat tampaknya menjadi tempat pementasan untuk bergerak naik ke darat saat ini, mungkin itu ratusan juta tahun yang lalu juga.

Jurnal : Terry J. Ord and Georgina M. Cooke. Repeated evolution of amphibious behavior in fish and its implications for the colonization of novel environments, Evolution, 24 JUN 2016, DOI:10.1111/evo.12971
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment