Skip to main content

Lebah Bombus terrestris Gunakan Rambut Untuk Komunikasi Dengan Bunga

Penelitian ~ Lebah Bombus terrestris pakai rambut untuk bicara dengan bunga. Sensor medan listrik yang menutupi tubuh lebah mendeteksi mekanika listrik yang dipancarkan bunga.

Salah satu fungsi penting dimainkan selimut bulu di tubuh lebah untuk mendeteksi sinyal-sinyal listrik yang dipancarkan oleh bunga. Lebah yang memainkan peran integral dalam penyerbukan ekosistem dan keberlanjutan tanaman manusia berkomunikasi menggunakan bulu.

Banyak metode digunakan untuk memfasilitasi pengakuan bunga kepada lebah dengan mempekerjakan medan listrik yang sebelumnya diteorikan terbatas pada dunia air memiliki mekanisme tanda tangan listrik yang sama dipancarkan oleh bunga dan kemampuan mungkin luas di dunia serangga.

"Ketika pertama kali mulai mempelajari ini saya memiliki pertanyaan yang sangat naif," kata Gregory Sutton, biolo University of Bristol.



Semua bunga berkumpul menuju satu tebar pesona bentuk, aroma, warna dan karakteristik lain untuk menjamu penyerbuk tetap tinggal dan mengunci dalam hubungan monogami sehingga lebah enggan mengeluarkan semua energi kepada bunga lain.

"Anda tidak mencampur mint ke dalam madu. Sebaliknya, Anda menempatkan tanaman mint kecil di depan sarang, pastikan itu yang pertama mereka temui," kata Sutton.

Lebah menggunakan indra penciuman dan isyarat visual seperti warna, bentuk, dan pola bunga untuk menemukan nektar. Tapi pada tahun 2013 biolog Daniel Robert dan rekan melaporkan temuan mengejutkan bahwa mereka juga bisa mendeteksi medan listrik bunga.

Kemampuan mendeteksi medan listrik pertama kali ditemukan pada hiu dan pari menggunakan organ elektrosenori terdiri dari rongga berbentuk tabung kecil yang diisi jelly konduktif dalam kesetimbangan air. Perubahan listrik di impuls jelly mmicu ujung saraf sensorik yang terlampir.

Beberapa hewan darat seperti platypus juga menggunakan persepsi eletro, mekipun bergantung pada organ yang harus terendam dalam air. Udara tidak menghantarkan listrik bagaimanapun membuat para ilmuwan bekerja lebih keras pada serangga dan hewan darat lainnya.

Ketika melayang di atas bunga untuk mencari makanan, lebah mengumpulkan medan listrik bermuatan positif di sekitar tubuh. Bunga di sisi lain menghasilkan medan listrik bermuatan negatif tidak hanya untuk memberitahu satu sama lain, tetapi juga untuk panduan para penyerbuk terbaik.

Laba-laba menggunakan rambut sensor mkanik yang menutupi tubuh untuk mendeteksi aliran fluida dan kecepatan partikel suara bahwa antena lebah madu bergerak dalam menanggapi medan listrik yang dihasilkan oleh anggota sarang ketika bertemu menampilkan tarian mengibas ekor di dekatnya.

"Kami sangat bersemangat menemukan bahwa rambut-rambut kecil lebah menari dalam menanggapi medan listrik seperti manusia memegang balon mengangkat rambut mereka," kata Sutton.

"Banyak serangga memiliki rambut tubuh mirip yang mengarah pada kemungkinan bahwa banyak anggota dunia serangga mungkin sama juga sensitif terhadap medan listrik kecil," kata Sutton.

Jurnal : Gregory P. Sutton et al. Mechanosensory hairs in bumblebees (Bombus terrestris) detect weak electric fields, Proceedings of the National Academy of Sciences, May 31, 2016, DOI:10.1073/pnas.1601624113

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…