Wednesday, June 1, 2016

Bukti Arkeologi Pelaut Nusantara di Madagaskar Tahun 700 Hingga 1200

Penelitian ~ Tanaman kuno mengarsip epik migrasi Nusantara ke Madagaskar. Beras, kacang hijau dan kapas kuno bukti pertama leluhur Madagaskar melintasi Samudera Hindia dari Laut Jawa.

Butir beras, kacang hijau dan kapas yang digali di Madagaskar dan Pulau Komoro memberikan bukti arkeologis pertama bahwa nenek moyang orang yang hidup di pulau Afrika Timur dikenal sebagai Malagasi berasal dari ekspedisi maritim Asia Tenggara.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan jejak gelombang penjajahan Austronesia terjadi antara tahun 700 hingga 1200 Masehi yang didokumentasi dalam remah tanaman pangan khas Asia Tenggara yang ditabur di Madagaskar dan pulau-pulau tetangga.

"Ada sebuah perbatasan kuliner," kata Alison Crowther, arkeolog University of Queensland di Brisbane.

Pemukiman pulau terbesar di Samudera Hindia menjadi salah satu misteri besar kolonisasi manusia. Madagaskar hanya 400 kilometer dari lepas pantai Afrika namun genetika orang-orang Malagasi setengah Indonesia 9000 kilometer ke arah timur dan masakan, ritual serta keyakinan agama mirip Borneo.

Temuan baru menambah bukti yang dilaporkan sebelumnya yaitu sekuen genom dan linguistik Austronesia yang membuat perjalanan berbahaya melintasi Samudra Hindia sebagai jawaban atas pertanyaan yang menjadi salah satu teka-teki besar warisan penghuni Madagaskar.

Para pelayar dari Nusantara tidak hanya berhenti di Madagaskar karena beberapa dari mereka juga menetap Kepulauan Comoro yang tersebar di antara Madagaskar dan pantai Afrika. Dating radiokarbon lebih dari 2400 sampel sisa-sisa tumbuhan didominasi beras, kacang hijau dan kapas dari Asia Tenggara.

"Ahli bahasa untuk waktu yang lama mengatakan bahasa lisan orang-orang di Madagaskar bukan berasal dari Afrika adalah pertanyaan besar mengingat kedekatan Madagaskar seharusnya ke Afrika," kata Crowther.

"Tanaman pangan yang digali di Madagaskar benar-benar kontras dengan orang-orang Afrika Timur pada waktu yang sama. Mereka hidup bukan dari sorgum, millet dan baobab seperti yang dilakukan Afrika," kata Dr Crowther.

Meskipun lebih dari seribu tahun lalu pelaut India melakukan perdagangan ramai antara Afrika Timur hingga India, komoditas dari Nusantara lebih umum sedangkan tanaman serupa dari India absen di Madagaskar dan Komoro bahwa bibit tanaman menunjuk pemukim datang lebih jauh dari timur.

Para tahun 2013 arkeolog Yale University almarhum Robert Dewar mengklaim para pendatang mencapai pulau Madagaskar dan Komoro sekitar 2000 SM atau ribuan tahun lebih awal dari temuan baru yang didasarkan pada daring radiokarbon materi organik yang ditemukan dengan artefak batu di pantai utara.

Pertanyaan tentang bagaimana orang-orang dari Asia Tenggara mendapat semua jalan untuk melintasi Samudera Hindia ke Madagaskar masih keras diperdebatkan, tapi perjalanan hampir pasti menggunakan mdia air ketimbang berjalan di atas tanah.

"Di antara materi budaya yang tampaknya bersama mereka adalah perahu kano cadik ditemukan di Madagaskar, Komoro dan Afrika timur. Cadik adalah teknologi Asia Tenggara dan tidak ditemukan di tempat lain di Samudera Hindia bahwa mereka datang melalui penyeberangan maritim langsung," kata Crowther.

"Makanan yang tertinggal benar-benar mengisi kesenjangan besar bagi kita dan membantu memecahkan apa yang telah menjadi misteri sangat lama sejarah Samudera Hindia," kata Crowther.

Jurnal :

Alison Crowther et al. Ancient crops provide first archaeological signature of the westward Austronesian expansion, Proceedings of the National Academy of Sciences, May 31, 2016, DOI:10.1073/pnas.1522714113

Robert E. Dewar et al. Stone tools and foraging in northern Madagascar challenge Holocene extinction models, Proceedings of the National Academy of Sciences, July 15, 2013, DOI:10.1073/pnas.1306100110
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment