Skip to main content

Desain Penyakit Vampir Porfiria dari Cacing Pipih Schmidtea mediterranea

Penelitian ~ Penyakit vampir porphyria cacing planaria membantu mengobati gangguan sensitivitas cahaya pada manusia. Cacing pipih Schmidtea mediterranea membuka jendela desain terapi porfiria.

Sebuah temuan yang tidak disengaja kemampuan berubah warna cacing pipih S. mediterranea menawarkan pengembangan pengobatan untuk porfiria yang selama ini buntu yaitu penyakit yang menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas cahaya pada manusia.

S. mediterranea asli Eropa selatan hingga Tunisia berubah dari warna coklat menjadi putih pucat saat terpapar sinar Matahari selama 24 jam atau lebih. Para ilmuwan menemukan scara tidak sengaja ketika meneliti sistem regenerasi dalam planaria yang terkenal ajaib.

Pemutihan penyakit vampir terjadi ketika sel kulit mulai kelebihan porfirin yang menekan pigmen warna alami. Porfirin pada tingkat beracun membunuh sel-sel yang memproduksi pigmen dan mengubah cacing pipih menjadi berwarna putih pucat. Pigmen kembali setelah beberapa hari.



Manusia dengan kelebihan porfirin meracuni sel kulit sehingga pucat dan sangat sensitif terhadap cahaya. Penyakit ini juga dapat menyebabkan rasa sakit hebat dan masalah neurologis. Tidak ada terapi yang efektif. Para ilmuwan melihat S. mediterranea organisme uji untuk menghasilkan obat suatu hari.

"Kami membangun planaria sebagai model eksperimental patofisiologi porfiria akut dan potensi identifikasi baru intervensi farmakologis biosintesis porfirin dan depigmentasi cahaya," kata Bradford Stubenhaus, biolog Keene State College di Keene, dan rekan.

Jurnal : Bradford M. Stubenhaus et al. Light-induced depigmentation in planarians models the pathophysiology of acute porphyrias, eLIFE, May 31, 2016, DOI:10.7554/eLife.14175

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…