Saturday, June 25, 2016

Fluktuasi Iklim Penyebab Penarikan Tiba-tiba Pasukan Mongol dari Hongaria

Penelitian ~ Iklim mengalahkan Kekaisaran Mongol. Tentara Mongol yang terus meluas dan menyapu Eropa Timur tiba-tiba terhenti mendadak pada tahun 1242 akibat iklim.

Genghis Khan salah satu pemimpin paling terkenal yang menginjak panggung dunia menmpa dinasti Mongol masih mengamuk melalui buku-buku sejarah bahwa ekspansi bertahap kerajaan, kemunduran, motif dan ambisi tetap mempesona zaman.

Di bawah kursi Genghis Khan dimulai awal abad ke-13 Mongol haus penaklukan, dilanjutkan putranya, Ögödei Khan, dan cucu, Batu. Pada akhir tahun 1230-an mereka mendirikan pemerintahan di atas Rusia dengan menciptakan Golden Horde dan pada tahun 1240 menyerbu ke Eropa Timur.

Pada tahun 1279 mereka menguasai seluruh Eurasia termasuk China, Asia Tengah, Rusia dan Iran. Mongol menggunakan kecanggihan koordinasi militer yang tidak diketahui penduduk asli Eropa dan menghancurkan 2 area sekaligus yaitu Polandia dan Hungaria.


Tapi pada awal tahun 1242 Mongol yang sedang menyeberangi Danube ke Hungaria barat mendatangi malapetaka selama 2 bulan, kemudian melakukan penarikan pasukan secara mendadak melalui Serbia dan Bulgaria untuk kembali ke Rusia.

Para ilmuwan pekan lalu melaporkan penggalian sebuah acara yang tampaknya membuka penjelasan memuaskan tentang penarikan tiba-tiba batalion Mongol dari Hongaria sebagai palang pintu menembus Eropa Barat. Banyak faktor katalisis retret, tapi fluktuasi lingkungan memegang semuanya.

"Tidak ada konsep-konsep politik dan militer yang sepenuhnya memuaskan dan masing-masing telah mengalami kritik luas," kata Ulf Büntgen, klimatolog Swiss Federal Research Institute, dan Nicola Di Cosmo, sejarahwan Institute for Advanced Study di Princeton.

Penggunaan faktor lingkungan tunggal untuk menjelaskan peristiwa sejarah selalu sulit, tapi Büntgen dan Di Cosmo membuat kasus kronologis iklim memainkan peran penting pasukan Mongol menarik diri dari Hungaria berdasarkan kronologi iklim Bumi yang didokumentasi cincin pohon.

Setelah musim dingin melanda awal dengan semangat membuat Danube membeku menyediakan jembatan bagi tentara Mongol. Setahun berikutnya musim semi tahun 1241 adalah hangat dengan makanan berlimpah dan pakan ternak dan kuda tentara ketika Mongol menyapu Hungaria dan Polandia.

Akumulasi salju dan es menyebabkan banjir menciptakan rawa di mana yang sebelumnya telah ada tanah kokoh. Situasi tidak hanya memberi malapetaka pada pergerakan bangsa Mongol dan kuda-kuda mereka, tetapi kontribusi terhadap timbulnya kelaparan.

Banyak dataran Hungaria sangat rentan kelembaban dan genangan. Unsur paling penting ekspansi bangsa Mongol adalah ketergantungan pada kuda. Ketika berkelana ke lanskap dan iklim tidak cocok menjaga kawanan besar kuda, upaya mulai goyah.

Musim dingin brutal, onset awal musim semi, pencairan salju berikutnya dan kondisi dramatis mengurangi lahan untuk merumput. Dikombinasikan kerusakan akibat perang, kondisi iklim berkontribusi gagal panen dan Hungaria berikutnya kelaparan besar mengurangi makanan warga sipil dan tentara.

Faktor-faktor lain mungkin juga mempengaruhi penarikan Mongol. Beberapa ilmuwan memperingatkan penyebab lain seperti konflik politik setelah kematian Ögödei Khan pada bulan Desember 1241 dan wabah penyakit. Sumber sastra mungkin telah membesar-besarkan keparahan dingin penyebab minimnya padang rumput.

Tapi Büntgen dan Di Cosmo menekankan bahwa mungkin aspek paling penting tidak terletak pada spesifik retret pasukan Mongol, melainkan prinsip yang menyoroti pertimbangan arah lebih besar untuk melihat peristiwa-persitiwa sejarah besar.

"Hipotesis lingkungan yang kami usulkan untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa penarikan Mongol mungkin hasil dari sindrom umum di mana efektivitas tentara nomaden dibatasi jangka pendek fluktuasi iklim," kata Büntgen dan Di Cosmo.

Jurnal : Ulf Büntgen & Nicola Di Cosmo. Climatic and environmental aspects of the Mongol withdrawal from Hungary in 1242 CE, Scientific Reports, 26 May 2016, DOI:10.1038/srep25606
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment