Thursday, June 23, 2016

Mamalia Therian Plasenta dan Berkantung Bangkit Sebelum Dinosaurus Punah

Penelitian ~ Kebangkitan mamalia dimulai sebelum dinosaurus punah, penelitian menunjukkan. Gigi mamalia berbagai bentuk membatalkan teori yang menyatakan bahwa keragaman ditindas regim dinosaurus.

Keragaman mamalia plasenta dan berkantung mengalami booming jauh sebelum dinosaurus punah 66 juta tahun lalu. Laporan baru memukul mundur teori yang menyatakan bahwa evolusi mamalia dikekang di bawah keberhasilan regim reptil darat.

Literatur menulis cerita sederhana tentang munculnya mamalia bahwa pengerat kecil pemakan serangga menjalani kehidupan membosankan berlarian di kaki dinosaurus yang memerintah jutaan tahun. Kemudian ketika dinosaurus non-unggas punah 66 juta tahun lalu, mamalia merebut panggung.

Pandangan lama berpikir dinosaurus terus melakukan patroli dalam mendominasi makanan dan sumber daya di awal munculnya mamalia kecil pemakan serangga. Tapi fosil baru menyatakan jangkauan lebih luas dengan bentuk dan ukuran sangat beragam.

Para ilmuwan memiliki pandangan stereotip tentang mamalia Mesozoikum di bawah kaki dinosaurus dari perspektif ukuran. Tapi mamalia kecil benar-benar menduduki jumlah mengejutkan dalam peran ekologi yang menambah gambar tumbuh menjadi besar.

Pekan lalu para penliti menjelaskan lebih lanjut bahwa mamalia Therian awal yaitu leluhur mamalia plasenta dan mamalia berkantung telah mengembangkan berbagai macam diet dan peran ekologi sekitar 10 sampai 20 juta tahun sebelum dinosaurus musnah.

"Cerita mamalia tidak tergantung pada dinosaurus seperti yang diperkirakan. Bahkan jika kepunahan massal tidak terjadi, mungkin mamalia terus diversifikasi ke beberapa bentuk yang kita miliki saat ini," kata David Grossnickle, ekolog University of Chicago.

"Geraham hebat mencerminkan diet. Tajam seperti pisau menunjuk karnivora, sedangkan geraham datar lebih pemakan tumbuhan. Therian awal mungkin tikus pemakan serangga, tapi tepat sebelum kepunahan massal ada bukti beberapa pemakan tumbuhan dan karnivora," kata Grossnickle.

Peningkatan keragaman bisa dikaitkan dengan perubahan besar evolusioner di antara tanaman berbunga yang terjadi selama periode sama sebagaimana saran yang diusulkan sebelumnya untuk menjelaskan peningkatan keragaman di antara kelompok lain mamalia pengerat seperti Rugosodon eurasiaticus.

"Peningkatan tanaman berbunga meningkatkan jumlah ketersediaan biji dan buah-buahan, juga serangga co-berevolusi. Jadi, Anda memiliki lebih banyak biji, buah-buahan dan serangga sebagai sumber makan, meskipun untuk hal ini sangat spekulatif," kata Grossnickle.

Sementara mamalia therian selamat dari kepunahan massal 66 juta tahun lalu yang menyapu bersih dinosaurus dengan pengecualian burung, temuan baru mengungkap keragaman mamalia juga terpengaruh. Mamalia yang memiliki diet sangat khusus ikut punah.

Tapi Grossnickle dan rekan percaya mungkin lebih baik untuk menggeneralisasi dalam hal bertahan dari peristiwa kepunahan massal. Laporan baru juga bisa mengikat saran yang banyak diperdebatkan bahwa dinosaurus menurun jauh sebelum asteroid menghantam.

"Jika percaya dinosaurus menurun karena perubahan iklim, maka Anda juga memprediksi mamalia seharusnya menurun. Di sisi lain, Anda juga bisa memprediksi mamalia mengambil keuntungan dan semakin keragaman mengisi ceruk kosong yang ditingalkan dinosaurus," kata Grossnickle.

Jurnal : David M. Grossnickle and Elis Newham. Therian mammals experience an ecomorphological radiation during the Late Cretaceous and selective extinction at the K–Pg boundary, Proceedings of the Royal Society B, 8 June 2016, DOI:10.1098/rspb.2016.0256
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment