Friday, June 17, 2016

Pola Poligonal Nitrogen Es Planet Pluto Dibentuk Oleh Gerakan Koveksi

Penelitian ~ Pola poligonal yang membingungkan di planet Pluto disebabkan oleh konveksi. Fitur aneh di permukaan es adalah bukti konveksi di lapisan tebal berkilometer nitrogen beku.

Pada bulan Juli 2015 setelah menempuh perjalanan lebih dari 9 tahun, wahana NASA New Horizons melesat melewati Pluto pada kecepatan 50.000 mil per jam untuk mengirimkan sejumlah besar data dan didownload para ilmuwan di Bumi.

Kejutan mencolok bahkan pada suhu -250C muncul bukti tindakan terjauh bahwa planet terdingin di tata surya memendam sekam api. Lautan nitrogen di Sputnik Planum dekat khatulistiwa planet minor bermotif poligonal tampaknya segar dan tidak bopeng oleh kawah meteor.

Tafsirkan geologi datang sebagai bukti pergerakan dan pembaruan mengingat struktur masing-masing seluas 10 hingga 40 kilometer tidak teratur dan di lanskap lebih tinggi di pusat daripada di sisi. Para ilmuwan telah bersaing untuk menjelaskan pola.

Satu teori bahwa jepitan nitrogen beku adalah cekungan es mungkin setebal 10 kilometer yang disegarkan selama 1 juta tahun atau lebih dengan gerakan konveksi pada kecepatan 1,5 sentimeter per tahun. Usulan ini sebuah proses yang disebut konveksi Rayleigh-Bénard.

"Anda dapat melihat Rayleigh-Bénard convection jika pernah merebus oatmeal atau jika Anda pernah melihat miso sup sebelum memakannya," kata Alexander Trowbridge, planetolog Purdue University di Indiana.

"Dalam kedua contoh, Anda bisa melihat bahwa permukaan terpisah menjadi medan poligonal. Jika kompor menyala, pusat poligon dibangkitkan," kata Trowbridge.

Teori lain bahwa poligon konsekuensi konveksi yang didorong perbedaan suhu. Penjelasan ini percaya cekungan es hanya setebal 2 atau 3 kilometer bergerak beberapa sentimeter per tahun selama kurang 500 ribu tahun. Bentuk konveksi disebut "sluggish lid regime". Teori ini numerik dan tidak pernah di dunia nyata.

"Bentuk konveksi asimetri dalam bidang kecepatan. Es di kedalaman lebih hangat dan bergerak lebih cepat. Es permukaan lebih dingin dan bergerak horizontal jauh lebih lambat," kata William McKinnon, planetolog Washington University di St Louis.

Tapi argumen tidak mungkin diselesaikan dengan cepat karena New Horizons tidak bisa kembali dan melihat kedua kali. Misteri nyata yang diungkapkan selama misi adalah keragaman Pluto itu sendiri dan bukti tindakan geologi mati karena begitu dingin dan jauh tetap menyisakan pekerjaan di atas meja.

"Kita tidak bisa mengambil sisi baik dari Pluto untuk melihat dari dekat. Kita melihat Pluto berputar, tapi hanya bisa melihat satu belahan menutup dan hanya dengan resolusi tinggi," kata McKinnon.

Jurnal :

A. J. Trowbridge et al. Vigorous convection as the explanation for Pluto’s polygonal terrain, Nature, 01 June 2016, DOI:10.1038/nature18016

William B. McKinnon et al. Convection in a volatile nitrogen-ice-rich layer drives Pluto’s geological vigour, Nature, 01 June 2016, DOI:10.1038/nature18289
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment