Saturday, June 4, 2016

Paket Air Lunar Disampaikan Asteroid yang Menabrak 4,5 Miliar Tahun Lalu

Penelitian ~ Air Bulan sebagian besar dari asteroid. Hidrogen dalam sampel Lunar mengungkap air bisa saja dibawa asteroid yang menabrak samudra luas magma miliaran tahun lalu.

Air di dalam Lunar sebagian besar berasal dari asteroid yang menabrak lebih dari 4 miliar tahun lalu bahwa komet hanya menambahkan kurang dari perkiraan sebelumnya. Rasio hidrogen berat dalam air interior konsisten dengan temuan di pedalaman Bumi bahwa asal mulanya sama.

Terdiri dari material dikeluarkan ketika tubuh hipotetik Theia seukuran Mars menabrak Bumi 4,5 miliar tahun lalu, Lunar telah lama dianggap tulang rusuk. Tetapi laporan terbaru menunjuk jejak air baik di permukaan dan di dalam bahwa bombardir asteroid kaya deuterium sumber utama air interior.

Meskipun masih bisa diperdebatkan, para ilmuwan pekan ini menguatkan analisis yang mendukung teori bahwa sidik jari tembakan paket berisi air ke Lunar berasal dari benda-benda yang menabrak samudra luas magma di awal sejarahnya.

"Kami labih yakin asteroid menyampaikan air ke Lunar, sedangkan komet bukan pemain utama," kata Jessica Barnes, planetolog Open University di Milton Keynes, Inggris.

Barnes dan tim membongkar asal-usul air di dalam Lunar dengan rasio hidrogen untuk deuterium atau hidrogen berat dari sampel Lunar yang dibawa kembali misi Apollo. Perbandingan rasio isotop dengan komet, berbagai meteorit primitif disebut chondrites dan benda-benda lain di tata surya termasuk Bumi.

"Isotop hidrogen adalah barcode di mana air berasal dari tata surya bagian dalam. Berbagai jenis objek memiliki komposisi isotop hidrogen berbeda," kata Barnes.

Sementara komet terbentuk jauh di luar tata surya membawa air kaya deuterium yang terbentuk lebih dekat Matahari berarti lebih kaya hidrogen, jumlah air komet dan berbagai jenis asteroid bisa membawa berbagai jenis nitrogen serta tingkat elemen logam dalam sampel Lunar.

Asteroid mengatur makeup serupa dengan meteorit primitif yang kaya air dikenal sebagai chondrites karbon miliar tahun lalu. Sedangkan perhitungan menunjuk kurang dari 20% air di dalam Lunar dibawa komet yang menabrak lautan magma selama periode 10 sampai 200 juta tahun lalu.

Pembentukan kerak atas lautan magma mencegah air dan zat-zat yang mudah menguap lainnya melarikan diri. Tapi Barnes dan tim mengakui masih banyak yang tidak diketahui mengenai apa dan bagaimana asal-usul air tiba di Lunar.

"Juri masih bekerja pada berapa banyak air bisa berasal dari proto-Bumi," kata Barnes.

Laporan sebelumnya menyarankan air di dalam Lunar bisa datang dari awal Bumi menyusul tabrakan besar yang disampaikan oleh asteroid sebagai hipotesis yang didukung kemiripan hampir identik sidik jari isotop hidrogen keduanya.

Tapi laporan baru hanya mengeksplorasi kemungkinan bahwa sampai seperempat air di dalam Lunar bisa datang dari Bumi kuno mengingat keraguan bahwa air bisa bertahan dalam proses yang terlibat dalam pembentukan Lunar dan menjaga rasio isotop hidrogen tidak berubah.

Sebaliknya, kesamaan rasio isotop hidrogen Bumi dan Lunar cenderung turun dari asteroid yang membasahi keduanya, meskipun tidak semua ilmuwan yakin karena kenyataan makeup komet dan berbagai proses perubahan rasio isotop hidrogen batuan Lunar dan benda lainnya masih kurang dipelajari.

Barnes setuju pemahaman proses tersebut terbatas dan sejumlah model diperlukan untuk lebih memahami apa yang akan terjadi jika air diwariskan dari Bumi selama pembentukan Lunar. Terlebih lagi hanya 2% sampel Lunar dibawa kembali oleh misi Apollo.

"Kita benar-benar dibatasi geografi. Ini waktu sangat menarik karena semua misi baru yang direncanakan pergi ke kutub Lunar bisa membantu penjabaran lebih komplit serta membantu kita memahami air di permukaan juga," kata Barnes.

Jurnal : Jessica J. Barnes et al. An asteroidal origin for water in the Moon, Nature Communications, 31 May 2016, DOI:10.1038/ncomms11684
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment