Thursday, June 16, 2016

Hewan Tertua di Dunia Adalah Spons Laut Aphrocallistes vastus di Hawaii

Penelitian ~ Jauh di perairan lepas Northwestern Kepulauan Hawaii mengintai raksasa panjang 3,5 meter yaitu spons yang diketahui terbesar di dunia dan bisa hidup ratusan jika tidak ribuan tahun.

Spon laut Aphrocallistes vastus seukuran Kijang New Innova ditemukan di kedalaman antara Hawaii dan Midway Atoll, makhluk besar bersemayam di bawah 2.100 meter dari permukaan laut mungkin di urutan abad hingga ribu tahun dan bisa jadi hewan tertua yang di Bumi saat ini.

"Lebih dari 98% wilayah adalah monumen di kedalaman lebih dari 300 meter dan kita akan pernah bisa menyelam hanya dengan scuba diving," kata Daniel Wagner, oceanografer NOAA Papahānaumokuākea Marine National Monument.

Sebuah kapal selam yang dioperasikan dari jarak jauh menemukan spons sambil menjelajahi kedalaman taman laut Papahānaumokuākea. Lampu menembak ke sub-sub, spons seperti lipatan otak muncul dalam pucat dengan warna putih kebiru-biruan.


Para ilmuwan menggunakan poin laser untuk mengukur dimensi hewan bulat kemudian membandingkannya dengan ukuran kapal selam. Sejauh ini tidak bisa memastikan umur spons karena hewan tidak memiliki cincin pertumbuhan di karang seperti yang dilakukan pohon terestrial.

"Karang di lingkungan yang sama berumur 4.000 tahun. Kami juga tahu bahwa spons raksasa di perairan dangkal dapat berumur lebih dari 2.000 tahun," kata Wagner.

Sebagian besar perairan dalam di planet ini belum pernah dieksplorasi dan 7.000 spesies laut atau seperempat dari seluruh planet diketahui hidup di Taman Laut Papahānaumokuākea. Lumba-lumba menggunakan spons sebagai alat untuk membantu mengungkap makanan di dasar laut.

Spons dianggap beberapa hewan paling awal yang berevolusi di Bumi bahkan mungkin nenek moyang semua hewan kompleks. Mereka juga diduga membantu menganginkan laut purba, meningkatkan kehidupan di lautan sekitar 750 juta tahun lalu.

"Ekspedisi ini sendiri datang membawa lebih dari 100 spesies baru. Banyak hal lain di sana. Ikan bersembunyi di celah-celah, ada crinoids, teritip dan segala macam hal tumbuh di atas spons dan karang. Benar-benar sebuah komunitas sangat beragam," kata Wagner.

Spons sering tumbuh bersama. Spesies membentuk habitat yang menyediakan tempat penampungan, penyaringan air laut dan menghapus materi kotor dalam air. Mereka sangat primitif, tidak memiliki sistem saraf atau pencernaan dan hanya mengandalkan aliran air melalui tubuh untuk mencari rezeki.

Di areal lebih dari 140.000 mil persegi, Taman Laut Papahānaumokuākea adalah kawasan konservasi terbesar di Amerika Serikat dan lebih besar dari gabungan semua taman nasional lainnya di negara tersebut. Di kawasan konservasi barat laut Hawaii sebagian besar belum diselidiki.

Jurnal : Daniel Wagner and Christopher D. Kelley. The largest sponge in the world?, Marine Biodiversity, 24 May 2016, DOI:10.1007/s12526-016-0508-z
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment