Wednesday, June 15, 2016

Perempuan Lebih Unggul Merekrut Dana dan Anggota Negara Islam via Online

Penelitian ~ Wanita membuat kinerja Negara Islam lebih dari laki-laki. Perempuan penting dalam jaringan online teroris bahwa stereotipe populer kelas dua menjadi lebih agresif dalam jihad Islam.

Versi brutal Islam ditunjukkan Islamic State (IS) yang memperkosa dan mencambuk perempuan yang tidak memakai hijab mungkin tampak aneh bahwa banyak perempuan yang direkrut justru juara dalam pengobar api negara khalifah.

Meskipun pandangan tradisionalis timur dan barat mungkin berbeda tentang posisi berseberangan perempuan dalam syariat Islam, wanita memperoleh peran jauh lebih menonjol dari laki-laki sebagai sumber radikalisasi dalam propaganda gerakan jihad melalui media internet.

Perempuan yang biasanya memainkan peran lebih kecil dari laki-laki menjadi terbalik ketika hidup di lingkungan yang agresif. Set data longitudinal jaringan operasional secara online menunjuk meskipun pria mendominasi numerik, wanita muncul lebih unggul dalam kontribusi konektivitas jaringan.

Seiring waktu perempuan yang terlibat dalam IS dari peran ekestrnal pindah menjadi peran dominan dalam menggunakan media layanan jejaring sosial untuk meraup finansial, merekrut anggota baru dan meradikalisasi yang terlibat dalam organisasi teroris.

Para ilmuwan pekan lalu melaporkan model organisasi dan konflik yang menggunakan situs berdasarkan gender jihadis setelah mengidentifikasi semua halaman kelompok "Khilafah" dan "mati syahid" dalam beberapa bahasa berdasarkan pelacakan Web.

"Di sini penuh berisi pemenggalan, penyiksaan, mayat dan tubuh terluka," kata Neil Johnson.

Lebih dari 40.000 orang terkait 170 kelompok media sosial pro IS dan betapa banyak perempuan dalam daftar yang terkandung. Lebih dari 40% adalah perempuan. Johnson dan tim menciptakan grafik jaringan yaitu peta hubungan sosial di antara semua yang terlibat.

Perempuan adalah node penting dalam jaringan sosial online yang mendukung kelompok lebih dari sekitar 1 juta link terhubung dengan IS. Kemudian tim menggunakan beberapa matematika grafik untuk mengukur bagaimana informasi dan sumber daya mengalir melalui jaringan.

Keberhasilan perempuan dalam peran non-tradisional di Islam adalah kenyataan bahwa perempuan adalah komunikator yang lebih baik daripada pria. Studi ini menegaskan kesalahan pemikiran Barat yang memandang bahwa perempuan bukan daya pikat organisasi teroris.

Naiknya panggung perempuan sebagai perekrut utama dan pengumpulan dana IS adalah ironis dalam teori masyarakat yang didominasi laki-laki bahkan lebih ironis bahwa perempuan mencapai posisi yang sama dalam organisasi yang sangat berbeda di dasar teologis.

"Dalam situasi sehari-hari yang khas perempuan biasanya kurang sentral dan lebih perifer di organisasi yang didominasi laki-laki. Tapi ketika mempromosikan terorisme, seorang wanita memiliki saluran dua kali lebih banyak," kata Johnson.

Para peneliti menyarankan perempuan di IS lebih giat dalam upaya overcompensate seksual dalam agama yang didominasi laki-laki sehingga strategi yang mengambil keuntungan dari peran yang dimainkan perempuan bagi IS harus menjadi bagian dari perang kontra terorisme.

Jika wanita mulai meninggalkan kelompok IS, mesin propaganda secara online lebih cepat berantakan bahkan peran penting mereka untuk menyebarkan informasi. Strategi pikiran mungkin lebih efektif untuk menang atas orang-orang yang beringas.

Jurnal : Pedro Manrique et al. Women’s connectivity in extreme networks, Science Advances, 10 Jun 2016, DOI:10.1126/sciadv.1501742
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment