Tuesday, June 14, 2016

Iklim Global di Exoplanet Kepler-62F Mendukung Fasilitas Layak Huni

Penelitian ~ Sebuah planet jauh 1.200 tahun cahaya dari Bumi mungkin rumah sendiri dengan topografi berbatu dan lautan mendukung kehidupan. Exoplanet Kepler-62F memiliki permukaan cair.

Exoplanet Kepler-62F pertama kali ditemukan tahun 2013 oleh misi NASA Kepler sekitar 40 persen lebih besar dari Bumi duduk di deretan terluar dari 5 planet yang mengorbit bintang lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari memiliki ukuran yang menyarankan dunia berbatu dan mungkin memiliki lautan.

Para ilmuwan menggunakan model iklim global untuk mensimulasikan kemungkinan cuaca di Kepler-62F. Model komputer menghitung jalur orbit dan beberapa variabel yang mengkondisikan atmosfer untuk menentukan apakah planet bisa menopang kehidupan.

"Kami menemukan beberapa komposisi atmosfer yang memungkinkan cukup hangat sehingga air cair di permukaan. Hal ini menjadi kandidat kuat untuk planet layak huni," kata Aomawa Shields, astronom University of California Los Angeles.

Berdasarkan informasi ini tim menciptakan 3 skenario. Pertama, planet dengan atmosfer setebal Bumi atau lebih. Kedua, variasi rentang karbon dioksida sampai 2.500 kali tingkat Bumi. Ketiga, kondisi yang memungkinkan konfigurasi berbeda jalur orbit planet.

Kepler-62F bisa dihuni di bawah beberapa skenario dengan berapa banyak karbon dioksida di atmosfer. Jika ketebalan atmosfer 3 sampai 5 kali Bumi dan terdiri sepenuhnya dari karbon dioksida mungkin mempertahankan air cair sepanjang tahun.

"Jika tidak memiliki mekanisme untuk menghasilkan banyak karbon dioksida di atmosfer untuk menjaga suhu hangat, konfigurasi orbital tertentu bisa memungkinkan suhu permukaan Kepler-62F di atas titik beku selama sebagian tahun," kata Shields.

Sementara sejauh ini lebih dari 2.300 exoplanet yang mengorbit bintang di luar sistem tata surya telah diidentifikasi, hanya beberapa lusin yang berpotensi dihuni. Ribuan exoplanet lain dan beberapa ribu lebih kandidat planet ekstrasurya masih belum dikonfirmasi apakah memiliki fasilitas kehidupan.

"Teknik ini membantu kita memahami kemungkinan planet tertentu layak huni melalui berbagai faktor meskipun belum memiliki data teleskop. Kita bisa membuat daftar prioritas target untuk ditindaklanjuti lebih dekat dengan mencari sidik jari atmosfer kehidupan," kata Shields.

Jurnal : Shields Aomawa L. et al. The Effect of Orbital Configuration on the Possible Climates and Habitability of Kepler-62f, Astrobiology, May 13, 2016, DOI:10.1089/ast.2015.1353
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment