Skip to main content

Radioaktif Pulau Bikini Tetap Tinggi Setelah 5 Dekade Uji Coba Bom Nuklir

Penelitian ~ Bikini Atoll masih sangat radioaktif 5 dekade setelah tes bom atom di Pasifik tengah sebagai situs setidaknya 23 kali tes bom nuklir pada pertengahan abad terakhir.

Radiasi dari 23 uji coba nuklir yang dilakukan di dekat pulau karang Bikini pada 1940-an hingga 50-an jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Bahan radioaktif seperti cesium-137 saat ini rata-rata 184 millirem per tahun di pulau-pulau sekitar Bikini.

Beberapa bagian pulau lain dipapar hingga 639 millirem per tahun. Pengukuran yang dibuat tahun lalu melampaui standar keamanan 100 millirem per tahun yang ditetapkan oleh Amerika Serikat dan Republik Kepulauan Marshall yang mengontrol pulau.

Meskipun tidak mengherankan berisi tingkat radioaktif jauh melebihi harapan, Central Park jauh lebih radioaktif dari beberapa pulau di dekat Bikini yang terkena dampak langsung tes nuke. Mungkin meningkat karena kelimpahan granit di taman. Granit sering mengandung unsur-unsur radioaktif seperti thorium.

Para ilmuwan melaporkan pengukuran radiasi gamma yang hari ini telah melewati 58 tahun sejak bom atom terakhir diuji memiliki radiasi yang diantisipasi dengan Cesium-137 dan Barium-173 ketika diproduksi oleh reaksi bom atom yang seharusnya memiliki paruh 30 puluh tahun.

Para ilmuwan sebelumnya meramalkan tingkat radiasi harus turun menjadi 16 sampai 24 millirem per tahun. Tapi estimasi datang dari ekstrapolasi pengukuran yang dilakukan pada tahun 1970-an. Ketidakcocokan mungkin berasal dari kesalahan asumsi bagaimana radioaktif tercuci di pulau.

Angka 90 persen radiasi di Bikini berasal dari peluruhan Cesium-137 hingga Barium-173 diidentifikasi ketika dirilis dari 0,662 mega elektron volt sinar gamma. Radiasi rendah di Enewetak rata-rata 7,6 millirem per tahun jauh di bawah standar keselamatan yang berlaku.

Apakah tingkat radiasi yang lebih tinggi hari ini menimbulkan risiko kesehatan serius pada orang-orang yang tinggal di pulau tergantung pada berapa lama mereka tinggal di pulau dan apakah buah dan ikan lokal yang mereka makan aman.

Upaya terakhir untuk memukimkan kembali Rongelap dan Bikini harus ditinggalkan ketika jelas bahwa tingkat radioaktivitas tetap risiko kesehatan. Di sisi lain pusat-pusat populasi besar Kepulauan Marshall mengalami kepadatan parah, banyak keturunan orang tua mereka dievakuasi.

Berdasarkan nota kesepahaman antara pemerintah Amerika Serikat dan Pulau Marshall, pulau-pulau tidak akan dimukimkan kembali sampai orang-orang yang tinggal kurang dari 100 millirems per tahun. Namun karena mayoritas eksposur datang melalui makanan dan air maka angka harus jauh lebih rendah.

Jurnal : Autumn S. Bordner et al. Measurement of background gamma radiation in the northern Marshall Islands, Proceedings of the National Academy of Sciences, June 6, 2016, DOI:10.1073/pnas.1605535113

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…