Langsung ke konten utama

Antartika Verifikasi Teori Asteroid Penyebab Dinosaurus Tiba-Tiba Punah

Penelitian ~ Lebih dari 6.000 fosil di Semenanjung Antartika menyanggah teori yang menyatakan Kutub Selatan menyelamatkan regim dinosaurus dari bencana yang menyapu bersih fauna besar.

Para ilmuwan telah lama berteori bahwa benua beku Antartika menyediakan perlindungan bagi kehidupan Bumi sementara kawan dinosaurus lain tersapu bersih di seluruh dunia sebagaimana organisme lain dari peristiwa bencana di sekitar Khatulistiwa.

Analisis fragmen-fragmen fosil tentang apa pun yang dilakukan selama 6 tahun membantah teori bahwa daerah kutub tempat steril, sebaliknya laporan baru menegaskan bahwa kutub selatan juga mengalami serangan yang sama tiba-tiba dan brutal.

Laporan baru juga mendukung teori yang menyatakan bahwa dinosaurus bertemu ajal kepunahaanya di tangan tiba-tiba selama episode singkat bencana seperti dampak asteroid dan bukan dalam pergeseran lebih bertahap karena vulkanisme atau perubahan iklim.


"Batu-batuan Antartika mengarsip kumpulan luar biasa cacatan fosil yang menghasilkan informasi baru dan mengejutkan tentang evolusi kehidupan 66 juta tahun lalu," kata Jane Francis, geolog British Antarctic Survey (BAS).

"Bahkan hewan yang hidup di ujung Bumi dekat dengan Kutub Selatan tidak aman dari efek kerusakan kepunahan massal yang memukul akhir Periode Cretaceous," kata Francis.

Dating fosil laut Pulau Seymour di Semenanjung Antartika mulai 69 juta hingga 65 juta tahun. Sampel terdiri salah satu catatan fosil terkaya dari jenisnya dari seluruh planet termasuk berbagai organisme laut dari siput kecil sampai reptil raksasa seperti Mosasaurus.

Sekitar 66 juta tahun lalu keragaman spesies penghuni Antartika mengalami penurunan 65-70 persen hanya ketika dinosaurus dan banyak kelompok lainnya secara bersamaan menghilang dari muka planet. Semenanjug Meksiko yang menyala meracuni atmosfer dengan merata.

Catatan fosil dinosaurus itu sendiri bisa sulit, tapi tim berpendapat fosil laut memberi gambaran lebih menyeluruh dalam kuantitas dan keanekaragaman hayati yang memperkuat signifikansi temuan sebagai bukti peristiwa kepunahan besar Cretaceous- Paleogen (K-pg).

"Sebagian besar fosil terbentuk di lingkungan laut di mana sedimen mudah menumpuk cepat dan mengubur tulang atau badan makhluk dengan cangkang keras," kata James Witts, enviromentalis University of Leeds.

"Untuk dinosaurus atau hewan darat lainnya menjadi fosil, rangkaian acara yang menguntungkan diperlukan seperti tulang jatuh ke dalam genangan air dan termakam cepat untuk mencegah dekomposisi daripada dicuci air laut dan sungai," kata Witts.

Sebelum temuan Antartika, salah satu teori umum menyatakan bahwa kutub mungkin surga karena cukup jauh dari penyebab kepunahan dinosaurus sehingga tidak secara dramatis terpengaruh ketika sebuah asteroid besar mencolok Teluk Meksiko di mana kawah raksasa atau vulkanisme ekstrim di India.

Temuan baru juga menyanggah bahwa spesies daerah kutub mungkin punya ketahanan lebih dalam pergolakan iklim berikut peristiwa awal karena kehidupan di sana menuntut adaptasi kondisi ekstrim termasuk kegelapan selama setengah tahun dan pasokan makanan tidak teratur.

"Kami mendukung hipotesis bahwa peristiwa mendadak seperti dampak Chicxulub bolide dan terkait kerusakan lingkungan merupakan penyebab paling mungkin kepunahan massal K-Pg," kata Witts.

Jurnal : James D. Witts et al. Macrofossil evidence for a rapid and severe Cretaceous–Paleogene mass extinction in Antarctica, Nature Communications, 26 May 2016, DOI:10.1038/ncomms11738

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…