Friday, June 3, 2016

Belati Mesir Kuno Bertahta Kristal Raja Tutankhamun dari Besi Meteorit

Penelitian ~ Pisau di makam Raja Tutankhamun dibuat dari besi meteorit. Raja Firaun penguasa terbalut misteri memegang belati kosmik bahwa salah satu belati datang dari langit.

Raja Firaun yang dimakamkan dalam peti emas bersama belati terbuat dari besi benar-benar berasal dari ruang angkasa. Spektrometri non-invasif terhadap harta yang dipajang Egyptian Museum di Cairo menegaskan besi keris yang ditempatkan di paha kanan raja mumi meteor.

Sebuah senjata ditemukan di sarungnya dari sisa-sisa makam Firaun Agung remaja Mesir kuno Tutankhamun adalah belati besi penguasa yang ditempa dari material meteor seperti yang telah lama diteorikan meskipun teknologi untuk mengkonfirmasi saat itu tidak cukup.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan analisis spektrometer fluoresensi X-ray untuk menentukan komposisi kimia bahwa kandungan nikel tinggi dan kobalt menunjuk asal-usul dari luar Bumi. Komposisi sebanding meteorit Kharga yang ditemukan 240 kilometer barat Alexandria pada abad ke-4 SM dikenal sebagai Amunia.

"Rasio nikel dan kobalt konsisten besi meteorit yang mengawetkan rasio chondritic primitif selama diferensiasi planet di tata surya awal," kata Daniela Comelli, fisikawan Polytechnic University of Milan.

Pada tahun 1925 arkeolog Howard Carter menemukan 2 belati yaitu 1 besi dan 1 emas lebih dari 3.300 tahun lalu. Pisau besi memiliki pegangan emas bertahta kristal dan berhias lily di sarung cukup membingungkan. Logam belati tidak berkarat dan besi jarang di Mesir kuno.

Meskipun orang-orang telah bekerja dengan tembaga, perunggu dan emas sejak 4.000 SM, besi datang jauh di kemudian hari. Pada tahun 2013 fragmen 9 manik-manik besi hitam yang digali dari kuburan di dekat Sungai Nil adalah tempaan meteorit juga paduan nikel-besi.

"Analisis akurat besi berharga berasal dari meteor. Kami menyarankan Mesir kuno mengkaitkan nilai tinggi besi meteor untuk produksi benda hias atau seremonial saja," kata Comelli.

Para peneliti mendirikan hipotesis orang Mesir kuno menempatkan benda yang jatuh dari langit di posisi tinggi. Temuan belati meteorit menambah arti penggunaan istilah dalam teks-teks kuno dan catatan sekitar abad ke-13 SM secara harfiah diterjemahkan sebagai besi dari langit.

Dikombinasikan 9 manik-manik sebelumnya menguatkan alasan benda lain dari makam Tutankhamun termasuk perhiasan terbuat dari meteorit. Orang Mesir menyebut langit murni deskriptif cukup mengesankan bahwa mereka mampu memproduksi besi halus tanpa memiliki banyak pengalaman di zamannya.

Meskipun materal relatif langka, kualitas tinggi pisau menunjuk Tut hidup di tahap terbaru Zaman Perunggu yang didukung pandai besi terampil. Pada tahun 2006 astrokimiawan Austria mengusulkan permata kekuningan luar biasa di kalung raja adalah kaca yang terbentuk oleh panas ketika meteorit menabrak pasir.

"Sangat menarik menganalisis artefak pra-Zaman Besi seperti benda-benda lainnya yang ditemukan di makam Raja Tut. Kita bisa mendapat wawasan berharga teknologi pengerjaan logam di Mesir kuno dan Mediterania," kata Comelli.

Jurnal : Daniela Comelli et al. The meteoritic origin of Tutankhamun's iron dagger blade, Meteoritics & Planetary Science, 20 May 2016, DOI:10.1111/maps.12664


Tutankhamun (1336 SM - 1327 SM)
  • Firaun ke-11 dari dinasti ke-18 Mesir Kuno.
  • Paling terkenal dengan temuan makam utuh oleh arkeolog Inggris Howard Carter pada tahun 1922.
  • Meninggal di usia 17 tahun dan kemungkinan pertama kali mewarisi tahta pada usia 8 atau 9 tahun.
  • Prestasi selama waktu singkat di atas takhta adalah memperbaiki kerusakan yang terjadi di kuil Amun selama masa Akhenaten, ayahnya.
  • Ketidakpastian masih menyelimuti penyebab kematian Tutankhamun. Mungkin dibunuh atau meninggal akibat cedera saat berburu.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment