Friday, May 27, 2016

Bintang Tua Raksasa Merah Ciptakan Kehidupan di Zona Layak Huni Baru

Penelitian ~ Ketika mengarahkan teleskop ke dunia alien selain melihat exoplanet dekat bintang setengah baya seperti matahari perlu pula mencari bintang raksasa merah.

Dalam pencarian kehidupan di luar tata surya dengan planet mirip Bumi mungkin harus melihat ke tempat-tempat tak terduga. Balon bintang tua secara proporsional memanaskan dunia di sekitarnya yang sebelumnya beku menyimpan epik kebutuhan air cair.

Teleskop berbasis ruang dan darat biasanya disetting untuk melihat planet layak huni di sekitar bintang paruh baya seperti Matahari yang berumur 4,5 miliar tahun dan jarak romantis keduanya disebut zona Goldilocks atau zona layak huni yang memungkinkan suhu sempurna air cair sebagai prasyarat kehidupan apapun.

Tapi para astronom di Carl Sagan Institute memodelkan kondisi di sekitar bintang sekarat disebut bintang-bintang raksasa merah yang jauh lebih besar, lebih terang dan berumur 2 kali Matahari memancarkan panas cukup mencairkan es menjadi lautan seehingga masuk zona layak huni.


"Saya berharap benar-benar memicu upaya orang-orang yang mencari planet juga menengok bintang-bintang tua," kata Lisa Kaltenegger, astronomi dan direktur Carl Sagan Institute.

Dalam beberapa miliar tahun Matahari kita sendiri mulai kolaps dan kehabisan bahan bakar hidrogen pada core sehingga meninggalkan abu helium lembam yang dibangun menjadi tidak stabil dan runtuh di bawah berat gravitasinya sendiri.

Ketika itu terjadi core Matahari memanas dan lebih padat. Bintang bengkak hingga 200 kali ukuran asli sebagai raksasa merah, membakar Merkurius dan Venus. Bumi dan Mars jadi roti panggang. Tapi hanya menghangatkan Jupiter, Saturnus dan Neptunus dngan bulan mereka menjadi zona layak huni baru.

"Lama setelah Matahari kuning polos mengembang menjadi raksasa merah dan Bumi menjadi gurun masih ada daerah di tata surya di mana kehidupan mungkin berkembang," kata Kaltenegger.

Ketika Matahari menjadi raksasa merah, es di bulan Enceladus dan Europa mencair di zona layak huni untuk setengah miliar tahun sebelum zona bergeser lagi, meskipun pada kenyataan butuh waktu 0,5 hingga 1 miliar tahun bagi kehidupan muncul.

Tapi jika hidup tidak berevolusi di bawah permukaan dunia, bintang sekarat yang membara di fase raksasa merah selama miliaran tahun mungkin memberi waktu cukup bagi manusia menemukan dunia lain di permukaan planet yang mencair.

"Menarik untuk berpikir bahwa kita memiliki kesempatan melihat dunia mencair dan mencari tahu apakah kehidupan bisa dimulai di bawah permukaan beku," kata Kaltenegger.

Referensi : Ramses Ramirez and Lisa Kaltenegger. Habitable Zones of Post-Main Sequence Stars, arXiv, Submitted on 16 May 2016, arXiv:1605.04924
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment