Saturday, May 21, 2016

Paruh Pengusir Panas Burung Rangkong Kuning Selatan (Tockus leucomelas)

Penelitian ~ Burung enggang bergabung dengan Toucans Toco sebagai klub paruh keren. Di panas terik Gurun Kalahari, burung Rangkong Berparuh Kuning Selatan (Tockus leucomelas) tetap tenang.

Jika Anda hanya mengandalkan keringat dingin melawan suhu panas, burung memiliki 2 strategi utama termoregulasi yaitu terengah-engah untuk menguapakan panas dan dilatasi pembuluh darah di paruhnya.

Paruh burung adalah struktur dinamis dan kebanyakan menunjukkan berbagai tingkat pelebaran dan penyempitan pembuluh darah. Satu hipotesis menyatakan bahwa burung dengan paruh luar biasa besar mungkin menggunakan struktur ini untuk secara aktif mengusir panas.

Burung enggang tersebar luas di seluruh Afrika yang tinggal di habitat padang pasir gersang hingga lembab hutan tropis mengesankan menggunakan paruh besar tapi proporsional untuk mengusir panas dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.



Thermal imaging mengungkap burung enggang menggunakan paruh besar sebagai ventilasi panas sebagaimana dilakukan Toucans Toco (Ramphastos toco). Para ilmuwan di Afrika Selatan mencetak foto inframerah 18 burung enggang di selatan gurun pada suhu dari 15 sampai 45 Celsius.

Ketika suhu udara menghantam 30,7 Celcius, perbedaan antar suhu permukaan paruh dan ruang mendorong enggang secara aktif membuang panas ke udara paling tidak 25,1 watt per meter persegi melalui parunhya. Pengelolaan trik keren ini dengan melebarkan pembuluh darah di paruh.

Sementara Toucans Toco membuang panas 60 persen dari total kehilangan panas melalui paruh mereka, enggang hanya menumpahkan hingga 20 persen kehilangan panas melalui metode ini. Para ilmuwan memasang teori bahwa semakin besar paruh maka semakin besar kemampuan membuang panas.

Jurnal : T. M. F. N. van de Ven et al. Regulation of Heat Exchange across the Hornbill Beak: Functional Similarities with Toucans?, PLoS ONE, May 18, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0154768
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment