Thursday, May 26, 2016

Gunung Raksasa di Bulan Io Dibentuk Fault Kerak, Bukan Lempeng Tektonik

Penelitian ~ Intensitas tekanan bawah permukaan mengangkat gunung Io. Bulan Jupiter, Io, terkenal karena satu-satunya bulan di luar Bumi dalam Tata Surya memiliki aktivitas vulkanis.

Fitur spektakuler bulan Jovian untuk waktu yang lama menjadi misteri dengan puncak menjulang sampai ketinggian puncak 17,5 ribu meter tidak terkait dengan gunung berapi, tapi berhubungan dengan intraksi kerak dan mantel.

Magma mengalir keluar dari core menempatkan permukaan penuh tekanan dan memuncul tunas yang membentuk pegunungan misterius. Eksperimen numerik menunjuk interior Io diperas, fraktur ketegangan tunggal merambat ke atas dan melanggar permukaan kemudian membentuk puncak-puncak.

Para ilmuwan pekan lalu melaporkan pandangan lebih jelas hubungan antar lapisan yang menegaskan bahwa gunung adalah produk aktivitas gunung berapi dan menunjuk proses balik formasi tidak seperti apa yang ditemukan di Bumi meskipun tidak asing dari harapan para ilmuwan.

"Orang-orang menduga keduanya terkait. Hipotesis gunung-gunung ini dibentuk pers faulting pada dasarnya blok kerak Io, tapi sulit untuk menunjukkan hal itu," Michael Bland, astrogeolog Washington University di St Louis.

Bland dan rekan mulai menjelajahi puzzle selama periode misi Galileo yang menyediakan pengamatan pertama apa yang terjadi di bulan vulkanik. Pegunungan besar muncul sangat berbeda dari pegunungan di Bumi di mana pegunungan tektonik dibentuk dalam rantai, sedangkan di io di blok terisolasi.

Laporan sebelumnya fokus morfologi dan analisis bentuk untuk memahami bagaimana gunung terbentuk, tapi Bland dan rekan mengambil pendekatan berbeda. Komputer canggih melihat mekanisme di balik pegunungan fokus bagaimana kerak berperilaku dan rusak karena tekanan vulkanik.

Model mengkonfirmasi hipotesis gunung raksasa Io adalah hasil fault yang mendorong aktivitas gunung berapi. Pada dasarnya magma dari interior mencapai permukaan dan permukaan dipaksa ke bawah menciptakan stres jauh ke kerak. Akhirnya bagian kerak yang terangkat menciptakan pegunungan terisolasi.

Proses io membentuk pegunungan benar-benar berbeda dari apa yang terjadi di Bumi dan planet-planet lain di tata surya di mana gunung disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik meskipun bukan satu-satunya. Di Bumi lapisan atas bekerja sistem konveksi bersama letusan yang mendingin.

Io memiliki sistem berbeda dengan proses pendinginan. Perjalanan magma ke atas ke permukaan, mendingin dan kemudian mereda kembali ke interior yang panas. Tidak ada lempeng tektonik yang diperlukan. Metode Io memiliki downside yang disebabkan proses pemblokiran jalan magma ke permukaan.

"Jika kita tidak melihat di Io kita tidak akan percaya hal-hal ini bisa terjadi di tempat lain. Ada cara lain bekerja. Ada banyak exoplanet ditemukan dan proses semacam ini proses dapat terjadi di mana-mana," kata Bland.

Jurnal : Michael T. Bland & William B. McKinnon. Mountain building on Io driven by deep faulting, Nature Geoscience, 16 May 2016, DOI:10.1038/ngeo2711
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment