Thursday, May 26, 2016

Gen DCHS2, RUNX2, GLI3 dan PAX1 Adaptasi Bentuk Hidung Manusia

Penelitian ~ Gen pengendali bentuk hidung manusia terendus. Empat gen yang mengontrol bentuk hidung dipercaya menawarkan wawasan ke masa lalu evolusi manusia.

Sebuah koleksi gen yang mendukung bentuk hidung manusia ditemukan dalam fitur wajah manusia. Genom dari sekitar 6.000 individu membongkar pertanyaan mengapa beberapa orang memiliki hidung sempit runcing, sementara yang lain luas dan lebar.

Para ilmuwan melaporkan temuan aparatur 4 gen yang terlibat dalam pengendalian hidung Anda juga ditemukan mempengaruhi berapa banyak dagu menjorok runcing keluar. Temuan baru menawarkan wawasan segar ke masa lalu evolusioner manusia.

"Teori klasik bentuk hidung adalah seleksi alam atas respon suhu dan kelembaban udara yang dihirup bahwa hidung sempit adaptasi iklim dingin," kata Andrés Ruiz-Linares, genetikawan University College London.

"Hidung Eropa ditandai dengan sempit, runcing dan menonjol sementara penduduk asli Amerika cenderung datar dan lebih luas. Tujuan utama identifikasi gen-gen ini untuk melihat pertanyaan evolusioner sejauh mana sifat-sifat adalah respon adaptif atau tidak dan cermin sejarah populasi," kata Ruiz-Linares.

Temuan juga diyakini memberi wawasan tentang cacat perkembangan dan bahkan membantu polisi menghasilkan rekonstruksi wajah lebih akurat atas tersangka kriminal, meskipun variasi genetik terkait masing-masing ciri-ciri bertanggung jawab hanya sekitar 1% dari variasi.

Ruiz-Linares dan tim menggunakan sampel DNA dan foto-foto 5.958 orang dari negara-negara Amerika Latin. Para peneliti berargumen semua populasi asli benua Amerika, Eropa dan Afrika hadir dalam populasi Amerika Latin dan kohort memberi kesempatan sempurna mengeksplorasi keragaman wajah.

Foto sampel memiliki 14 atribut berbeda termasuk lebar jembatan hidung, tonjolan dan bentuk yang dinilai pada skala 3 poin. Selanjutnya 7 fitur wajah secara tepat diukur menggunakan model komputer 3D. Kemudian informasi genetik dikorelasikan dengan sifat-sifat yang dinilai.

Variasi gen EDAR mempengaruhi tonjolan dagu dan menariknya gen ini sebelumnya ditemukan mempengaruhi berbagai fitur fisik termasuk ukuran daun telinga, ketebalan jenggot dan apakah seseorang memiliki rambut lurus.

Sementara bentuk hidung dipengaruhi oleh segelintir gen, secara keseluruhan 2 gen yaitu GLI3 dan PAX1 terkait lubang hidung lebar sedangkan gen RUNX2 mempengaruhi lebar jembatan hidung. Gen DCHS2 mempengaruhi seberapa jauh hidung menonjol apakah bengkok dan sudut ujung.

Terlebih lagi 3 gen terkait bentuk hidung dikenal menunjuk perbedaan manusia modern dibandingkan kerabat punah manusia yaitu Neanderthal dan Denisovans bahwa gen terlibat dalam perbedaan penampilan wajah antara manusia dan sepupu kuno.

"Dasar genetik sifat-sifat membantu kita melihat evolusi secara umum," kata Ruiz-Linares.

Jurnal : Kaustubh Adhikari et al. A genome-wide association scan implicates DCHS2, RUNX2, GLI3, PAX1 and EDAR in human facial variation, Nature Communications, 19 May 2016, DOI:10.1038/ncomms11616
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment