Tuesday, May 24, 2016

4 Miliar Tahun Lalu Flare Matahari Susun Kimia Probiotik Kehidupan

Penelitian ~ Jilatan api Matahari muda mengatur panggung awal kehidupan di Bumi. Ledakan partikel menciptakan molekul yang menghangatkan planet dan menyemai benih DNA.

Coronal mass ejection menyediakan hal-hal tepat untuk kehidupan di awal Bumi. Pengamatan teleskop bintang muda mirip Matahari menghitung jilatan super yang membombardir Bumi dengan partikel energik setidaknya sekali sehari sekitar 4 miliar tahun lalu menciptakan tungku kimia biologi.

Tabrakan antara partikel dan molekul di atmosfer Bumi menghasilkan nitrous oxide yaitu gas rumah kaca pemanas planet dan hidrogen sianida yaitu komponen penting untuk membangun DNA sebagai produk-produk kimia hangat dan pupuk munculnya kehidupan.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan teori kekerasan langit penuh gas yang memasuki atmosfir Bumi bayi seperti bah awan meriam yang dibuat selama badai Matahari mengirim gelombang cahaya kehancuran memberi konsekuensi munculnya kehidupan.

"Matahari kita disembah peradaban kuno, bukan hanya sumber kehangatan, ia juga menghasilkan material untuk hidup," kata Vladimir Airapetian, astrofisikawan NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt.

Kalender jejak adonan kehidupan awal kembali sekitar 4,1 miliar tahun lalu. Saat itu Matahari sekitar 30 persen lebih redup dari sekarang. Terlalu redup untuk menjaga suhu Bumi di atas titik beku tanpa bantuan gas rumah kaca tambahan di atmosfer.

Simulasi Matahari awal menggunakan data bintang yang dikumpulkan teleskop NASA Kepler sebagai panduan menunjuk Matahari muda redup tapi liar. Jilatan api meletus lebih sering dan ganas yang memproduksi badai 1000 kali lebih kuat dari catatan sejarah flare paling intens.

Sementara magnetosfer sebagai selubung magnetik pelindung yang mengelilingi Bumi, partikel surya tetap menghujani atmosfir. Partikel terionisasi memecah molekul nitrogen di udara dan molekul-molekul menyusun hidrogen sianida yang menghasilkan basis DNA dan asam amino.

Produk lain adalah nitrous oxide menyusun gas rumah kaca 300 kali manjur sebagai karbon dioksida. Tambahan nitrous oxide mencegah Bumi dari pembekuan selama Matahari redup. Flare berdampak tidak hanya Bumi, tapi juga Mars yang berpotensi meningkatkan kelayakhunian Planet Merah.

Jurnal : V. S. Airapetian et al. Prebiotic chemistry and atmospheric warming of early Earth by an active young Sun, Nature Geoscience, 23 May 2016, DOI:10.1038/ngeo2719
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment