Tuesday, May 24, 2016

Uji Klinis Pertama Dosis Tunggal Jamur Ajaib Psilocybin Atasi Depresi

Penelitian ~ Jamur ajaib mengangkat depresi dalam uji klinis pertama pada manusia. Pertarungan panjang para ilmuwan untuk keamanan tes psilocybin akhirnya membuahkan hasil.

Uji klinis pertama menyimpulkan sebuah halusinogen yang berasal dari jamur ajaib berguna mengobati depresi. Satu minggu setelah menerima dosis oral psilocybin semua pasien mengalami peningkatan nyata dari gejala. Tiga bulan kemudian 5 pasien dalam remisi lengkap.

Tim di Imperial College London memberi psilocybin yaitu komponen aktif dalam jamur ajaib kepada 12 pasien depresi klinis kronis 17 tahun dimana semua upaya standar seperti Selective Serotonin Re-uptake Inhibitors (SSRIs) dan terapi electroconvulsive terbukti gagal telah menunjukkan perbaikan.

"Cukup luar biasa dalam konteks terapi yang ada saat ini," kata Robin Carhart-Harris, neurofarmakolog Imperial College London.

Tingkat remisi setelah 5 bulan terapi setara 20% SSRI. Para ilmuwan tidak menunjukkan bahwa psilocybin harus menjadi pengobatan terakhir untuk pasien depresi, tapi menunjukkan bahwa pasien depresi dapat mentolerir dan aman bahwa tes awal menilai efektivitas.

Meskipun psilocybin aman digunakan, para ilmuwan menghadapi tugas tidak kecil karena jamur ajaib dikategori sebagai Obat Kelas A yang ilegal di banyak negara. Kategori A adalah kelas paling serius termasuk di dalamnya heroin dan kokain. Jika di Indonesia, Anda bisa divonis hukuman mati

Para peneliti butuh 32 bulan mendapatkan dana penelitian menggunakan psilocybin. Sebagai perbandingan hanya butuh 6 bulan untuk melewati intrik adminstrasi pada penelitian sebelumnya menggunakan LSD yang sama-sama obat ilegal.

"Setiap interaksi, pengajuan izin, menunggu izin, menerima lisensi, mengajukan kontrak pembuatan obat dan seterusnya melibatkan penundaan hingga 2 bulan," kata David Nutt, neurofarmakolog Imperial College London.

"Sangat frustrasi dan sebagian besar prosedur tidak perlu. Hasil studi ini bukan bagian yang luar biasa, tapi fakta bahwa kami melakukannya di bawah tekanan di luar wilayah ilmiah," kata Nutt.

Tim di Heffter Research Institute, Santa Fe, telah menyelidiki bagaimana psilocybin mengurangi depresi dan kecemasan pada orang dengan kanker terminal. Tapi tim Imperial College London adalah pertama secara khusus bagaimana psilocybin diterapkan untuk depresi sendirian.

Organisasi Kesehatan Dunia menyebut depresi sebagai penyebab utama masalah kesehatan di seluruh dunia. Pada kenyataanya terapi yang efektif sulit ditemukan. Para ilmuwan telah melihat alternatif ampuh dan unik seperti ketamin dan ayahuasca yang keduanya menunjukkan janji uji klinis.

Sampai hari ini tidak ada pengembangan terapi baru sejak tahun 1970-an meskipun fakta bahwa depresi menjadi masalah kesehatan utama di negara-negara Barat dan dunia menengah. Kenyataan psilocybin dengan dosis tunggal untuk depresi yang tidak harus diminum setiap hari sangat menjanjikan.

Jurnal : Robin L Carhart-Harris et al. Psilocybin with psychological support for treatment-resistant depression: an open-label feasibility study, The Lancet Psychiatry, 17 May 2016, DOI: 10.1016/S2215-0366(16)30065-7
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment