Friday, May 13, 2016

Bakteri Monocercomonoides Penghuni Usus Hidup Tanpa Mitokondria

Penelitian ~ Mitokondria yang hilang dalam sel eukariotik. Mikroba bersel kompleks penghuni usus tikus hidup tanpa organel pembangkit tenaga listrik yang seharusnya dimiliki.

Di dalam buku pelajaran biologi Anda belajar bahwa salah satu perbedaan utama antara sel eukariotik dan sel prokariotik adalah memiliki mitokondria dan lainnya tidak. Tapi itu mungkin tidak lagi benar mulai sekarang.

Mikroba usus menantang literatur sel kompleks bahwa mitokondria hilang dalam sel hidup dalam perut chinchilla. Sebuah mikroba usus yang dikumpulkan dari kotoran marmut mengusik bentuk kehidupan kompleks pertama tanpa organel yang seharusnya universal.

Kehidupan awal di Bumi menggunakan material sederhana. Sekali waktu organisme bersel tunggal hidup hanya menggunakan balon kecil DNA dan protein. Kemudian sekitar 1,5 miliar tahun lalu sesuatu yang spektakuler terjadi yaitu pembangunan sel internal sebagai pembangkit energi dan protein.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan temuan mikroba yang melakukan sesuatu tidak mungkin ditakdirkan teori bahwa sel yang kompleks bertahan tanpa mitokondria. Gudang yang hilang dalam sel eukariotik sebagai makhluk yang rumit sebagimana jamur, tanaman dan Anda.

"Sel-sel eukariotik didefinisikan memiliki mitokondria sehingga kejutan besar bagi kita bahwa sel eukariotik dapat bertahan hidup tanpa mitokondria," kata Anna Karnkowska, parasitolog Charles University di Praha.

Karnkowska dan rekan berburu mitokondria menggunakan sekuensing genom Monocercomonoides sp. yaitu eukariota bersel tunggal yang hidup di dalam usus vertebrata. Protein merupakan penanda jelas kehadiran mitokondria, tetapi mereka tidak menemukannya.

Mitokondria sering disebut pusat kekuatan atau pembangkit sel karena memasok sel dengan energi dalam bentuk Adenosine Triphosphate (ATP). Kebanyakan pembangkit energi membutuhkan oksigen, tetapi tidak semua eukariota hidup di lingkungan kaya oksigen sehingga organisme tertentu anaerobik.

Mitokondria juga terlibat dalam pembentukan protein besi-sulfur. Sel eukariotik pada dasarnya tidak bisa hidup tanpa protein besi-sulfur sehingga para ilmuwan juga berburu tanda tangan besi-sulfur sebagai jalur mitokondria. Tapi mereka juga tidak menemukan bukti mekanisme tersebut.

"Sel-sel eukariotik kadang-kadang sangat aneh dan sangat beragam bahkan saya mungkin meremehkan betapa hebatnya mereka," kata Karnkowska.

Para ilmuwan menduga eukariota ini mengambil sistem prokariot melalui proses disebut Horizontal Gene Transfer (HGT) yang juga dikenal sebagai transfer gen lateral. HGT terjadi ketika suatu organisme menerima gen langsung dari organisme lain dan bukan dari orang tua kepada keturunannya.

Setelah Monocercomonoides memperoleh mobilisasi besi-sulfur dari bakteri lain melalui transfer gen horizontal maka mitokondria menjadi tidak diperlukan dalam fungsi eukariota sehingga organel menghilang seiring waktu dari generasi ke generasi.

Di antara para ilmuwan yang mempelajari evolusi eukariotik mungkin tidak mengejutkan, tapi temuan definitif adalah kabar besar. Keluarga lain Monocercomonoides ditemukan memiliki mitokondria sehingga bukan titik akhir bentuk-bentuk aneh yang diperkirakan sebelumnya.

Jurnal : Anna Karnkowska et al. A Eukaryote without a Mitochondrial Organelle, Current Biology, May 12, 2016, DOI:10.1016/j.cub.2016.03.053
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment