Friday, May 13, 2016

Skor Poligenik Prediksi Berapa Tahun Siswa Menyelesaikan Pendidikan

Penelitian ~ Gen penentu berapa lama menempuh pendidikan ditemukan. Varian genetik jumlah waktu dihabiskan di sekolah dan universitas membuka jalan pengajaran personal.

Haul genetik mempengaruhi berapa jumlah waktu dibutuhkan murid menyelesaikan studi tidak lagi samar-samar. Tes tradisional psikologi untuk memprediksi pendidikan menjadi sejarah masa lalu karena teknologi genetika semakin mengambil tempat.

Upaya internasional lebih dari 250 ilmuwan menemukan 74 varian genetik berkorelasi membentuk akumulasi tahun yang dihabiskan siswa di sekolah dan kuliah dengan sebagian besar varian terlibat dalam perkembangan otak khususnya saat dalam kandungan.

Meskipun tidak berarti para ilmuwan segera dapat menggunakan gen untuk memprediksi waktu siswa menempuh pendidikan, temuan genetik telah mencapai titik kritis di mana tes psikologi yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan individu menjadi barang kuno.

Gen-gen baru yang ditemukan memiliki dampak terhadap kemampuan kognitif seseorang dan aspek kepribadian seperti rasa keingintahuan intelektual dan ketekunan, meskipun pentingnya masing-masing sifat spesifik tersebut belum dikonfirmasi.

Temuan baru adalah wawasan segar kompleksitas biologi otak manusia dan juga menyoroti kondisi kesehatan mental bahwa varian genetik waktu yang dihabiskan dalam pendidikan juga tumpang tindih dengan Alzheimer, gangguan bipolar dan skizofrenia.

Sementara proyek penelitian besar-besaran semakin memperluas peran DNA dalam mencapai tonggak pendidikan, 74 faktor genetik menjelaskan hanya sejumlah kecil perbedaan waktu yang dihabiskan anak didik di bidang pendidikan.

Akun genetika menyumbang setidaknya 20% variasi dalam populasi yang diduga, tapi faktor-faktor lainnya yang turut berperan seperti latar belakang keluarga, faktor-faktor sosial, lingkungan sebagainya bisa langsung menjelaskan sisanya.

Tim internasional menjelajahi genom hampir 300.000 orang Eropa di 15 negara untuk varian genetik yang terkait dengan waktu yang dihabiskan dalam pendidikan. Setelah menemukan 74 varian para ilmuwan memverifikasi pada 111.000 orang dari UK Biobank.

Para peneliti melanjutkan analisis yang disebut "skor poligenik" didasarkan pada 9 juta bagian DNA untuk meningkatkan akurasi dan akhirnya bisa digunakan untuk meningkatkan sistem pengajaran. Skor poligenik juga memperhitungkan kemampuan genetik ketika menilai efektifitas pendidikan pra-sekolah.

"Selama sepuluh tahun ke depan, saya percaya konsekuensi paling penting studi semacam ini memungkinkan para ilmuwan sosial untuk mengeliminasi statistik faktor genetik untuk meningkatkan kinerja sekolah," kata Daniel Benjamin, ekonom University of Southern California.

Skor poligenik juga memanggil pentingnya personalisasi pendidikan. Anak-anak tidak semua merespon dengan cara yang sama dalam praktek pengajaran dan genetik membantu menemukan orang-orang yang paling diuntungkan sehingga bisa mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Jurnal : Aysu Okbay et al. Genome-wide association study identifies 74 loci associated with educational attainment, Nature, 11 May 2016, DOI:10.1038/nature17671
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment