Thursday, May 12, 2016

Bukti Pertama Virus Zika Menyebabkan Otak Janin Tikus Mikrosefali

Penelitian ~ Tikus pertama bukti virus Zika penyebab mikrosefali. Keraguan tidak perlu berlama-lama karena 3 eksperimen menunjuk teori infeksi Zika dalam rahim penyebab cacat lahir.

Tikus hamil dengan sistem kekebalan tubuh lumpuh memungkinkan virus Zika membunuh janin dan sel-sel otak, meskipun tidak diketahui dengan pasti apakah virus yang membunuh sel ataukah akibat kerusakan plasenta sehingga sel janin kelaparan oksigen.

Jawaban mungkin bisa dilampirkan eksperimen kedua yang menyuntikkan virus langsung ke otak janin tikus yang menghentikan pertumbuhan dan membunuh sel-sel otak. Hanya 5 hari setelah infeksi, otak embrio sudah mengecil dibanding otak normal.

Link lebih kuat datang dari eksperimen ketiga yang menginfeksi tikus dengan strain virus Zika Brasil tanpa harus bermain-main dengan sistem kekebalan tubuh untuk melakukannya. Virus ditransmisikan dari plasenta ke janin menunjukkan tanda-tanda mikrosefali.


Bukti langsung pertama Zika penyebab kerusakan otak telah naik ke panggung kuat mendorong keprihatinan global dan untuk alasan yang baik bahwa 2,2 miliar orang berisiko terinfeksi dimana wanita hamil paling berisiko dengan otak bayi dramatis menyusut bersama Sindrom Guillain-Barré.

Meskipun April lalu U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sudah menyatakan cukup untuk menyimpulkan link asli, sekarang 3 laporan terpisah memberikan bukti eksperimental bahwa virus Zika strain Brazil tanpa diragukan lagi menyebabkan cacat lahir neurologis.

Brasil menjadi pusat epidemi Zika dengan 1,5 juta kasus dan setidaknya 1000 contoh mikrosefali. Strain ZIKVBR melewati plasenta dan menyebabkan kerusakan material otak dan langsung menyebabkan kematian sel-sel saraf pusat tanpa waktu lama.

"Zika saja sudah cukup untuk menyebabkan cacat lahir. Faktor-faktor lain dapat meningkatkan atau mengurangi dampak ini," kata Alysson Muotri, neurobiolog University of California San Diego, dalam konferensi pers.

Virus Zika sebelumnya telah ditemukan pada otak bayi termasuk satu yang hampir seluruhnya tidak memiliki kehadiran otak sama sekali. Tapi para ilmuwan tidak bisa serta merta mengatakan bahwa virus dibalik kerusakan dan bukan satu-satunya penyebab kematian sel.

Sementara itu firewall antara ibu dan anak masih belum matang, Zika menyerang sel-sel dan menembus penghalang plasenta. Saat melakukannya virus juga mengganggu pertumbuhan pembuluh yang membatasi aliran darah ke bayi dan onset gangguan janin.

Jika janin mampu bertahan dari serangan, virus membuat jalan langung otak yang mendatangkan kehancuran sel-sel induk. Seiring replikasi liar, sel-sel induk dan neuron dewasa mati bersama-sama. Diferensiasi jaringan yang biasanya menghasilkan otak sehat berjalan serba salah tanpa ada lipatan-lipatan kalsium.

Meskipun tikus tidak rentan alami terhadap Zika karena secara genetik memiliki jalur evolusioner jauh dari primata, infeksi yang mampu menembus pertahanan plasenta menyediakan kesempatan yang sama kuat perilaku kehamilan 20 hari.

Urgensi penting para ilmuwan dengan temuan baru adalah meja kerja bersama-sama virulog, neurolog, biolog regeneratif, dokter kandungan dan spesialis anak untuk memandang sekuel tragis di Brasil setelah pengembaraan nyamuk dari Uganda tahun 1947 melalui Asia Tenggara.

Jurnal :

Jonathan J. Miner et al. Zika Virus Infection during Pregnancy in Mice Causes Placental Damage and Fetal Demise, Cell, May 11, 2016, DOI:10.1016/j.cell.2016.05.008

Cui Li et al. Zika Virus Disrupts Neural Progenitor Development and Leads to Microcephaly in Mice, Cell Stem Cell, May 11, 2016, DOI:10.1016/j.stem.2016.04.017

Fernanda R. Cugola et al. The Brazilian Zika virus strain causes birth defects in experimental models, Nature, May 11, 2016, DOI:10.1038/nature18296
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment