Langsung ke konten utama

Komet Manx Tanpa Ekor Kembali Setelah Mengelana dari Luar Tata Surya

Penelitian ~ Komet Manx kehilangan ekornya. Kapsul waktu pengelana miliar tahun di luar tata surya telah kembali untuk memberi jawaban sejarah evolusi halaman kita sendiri.

Komet tanpa ekor memberi sepotong sejarah awal tata surya bagian dalam sebelum terlempar keluar ke Oort Cloud dan sekarang menemukan jalannya kembali. Sebuah batu luar angkasa dengan kepribadian ganda lahir di dekat Bumi kembali ke rumah asal.

Setelah miliaran tahun mengarungi deep-freeze, sebongkah batu kuno kembali ke tata surya bagian dalam untuk pertama kalinya dan para astronom mendapat anugerah mempelajari petunjuk unik bagaimana rekonstruksi pembentukan Bumi dan planet-planet tetangganya.

"Jika Anda ingin menunjukkan spektrum, saya hanya mengatakan ini adalah asteroid bodoh," kata Olivier Hainaut, astronom European Southern Observatory di Jerman.

"Jika Anda menunjukkan orbit, saya mengatakan ya bahwa ini standar periode panjang komet. Tapi Anda tidak sama sekali berharap menemukan asteroid berbatu pada orbit awan Oort. Itu salah," Hainaut.



Tidak seperti asteroid, komet bukan batuan padat tapi seluruhnya es dengan segelintir debu dan beberapa kerikil. Kebingungan muncul dari jabaran komposisi berbatu khas sebuah asteroid yang belum pernah mengembara jauh dari Jupiter dengan rencana penerbangan di luar Neptunus.

Para ilmuwan menjuluki komet Manx yaitu kucing tanpa ekor. Terbentuk lebih dari 4 miliar tahun lalu di dekat Bumi, Venus dan Mars sebelum tabrakan besar yang melentingkan ke luar tata surya. Sekarang Manx berusaha kembali ke tempat asal.

"Ini super menarik karena bisa menjadi bagian dari apa yang membentuk Bumi," kata Hainaut.

Karena komposisi es, komet biasanya memiliki ekor seperti berasap ketika permukaan menguap dalam perjalanan medekati Matahari. Tapi komet Manx bagaimanapun tidak memiliki ekor seperti pertama kali terlihat tahun 2014 menggunakan PANSTARSS-S1 di Hawaii.

Keanehan tidak berakhir dengan komposisi membanggakan karena spektrum unik pantulan cahaya komet menunjukkan bahwa batuan belum pernah dipanggang terik Matahari seperti kumpulan asteroid yang nongkrong di sabuk antara Mars dan Jupiter.

"Kami sudah tahu banyak asteroid, tetapi mereka semua telah dipanggang miliaran tahun di dekat Matahari. Ini adalah asteroid mentah pertama kita bisa mengamati diawetkan dalam freezer," Karen Meech, astronom University of Hawaii di Honolulu.

Jurnal : Karen J. Meech et al. Inner solar system material discovered in the Oort cloud, Science Advances, 29 Apr 2016, DOI:10.1126/sciadv.1600038

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…