Skip to main content

Jumlah Mikroba di Bumi 1 Triliun Spesies dan 99,9 Persen Belum Didokumentasi

Penelitian ~ Planet Bumi rumah bagi 1 triliun spesies mikroba. Analisis baru data mikroba memperkirakan dunia diisi 1 triliun spesies dan hanya 0,001 persen diidentifikasi.

Mikroba mengisi sebagian besar planet yang memainkan peran penting dalam fungsi sehari-hari bagi kehidupan seperti siklus nutrisi, pencernaan, air bersih dan banyak lagi bahkan diperkirakan 40 persen ekonomi dunia berasal dari sumber daya makhluk mikroskopis.

Jika kehilangan keanekaragaman hayati, manusia kehilangan link jejaring kehidupan yang menyediakan jasa ekosistem penting dan kehilangan kesempatan menemukan inovasi bio-terinspirasi masa depan. Tapi jumlah tepat speies mikroba tetap tidak diketahui atau bahkan mustahil.

Para ilmuwan pekan lalu melaporkan kombinasi hukum skala dan model keanekaragaman hayati menghasilkan perkiraan baru jumlah spesies mikroba di Bumi pada suatu tempat antara 1011 hingga 1012 atau antara 100 miliar hingga 1 triliun dan 99,999 persen spesies menunggu dijelajahi.

"Kami menggabungkan dataset terbesar dengan model ekologi dan aturan ekologi baru bagaimana kelimpahan keanekaragaman hayati memberi kami perkiraan baru dan presisi," kata Jay Lennon, biolog Indiana University di Bloomington.

Fakta perkiraan jumlah spesies di Bumi adalah salah satu tantangan besar dalam biologi dan mudah diperdebatkan. Lennon dan rekan mengumpulkan data dari 20.376 survei bakteri, archaea dan jamur plus 14.862 sampel di pohon, burung dan mamalia dari 35.000 lokasi di seluruh dunia.

Perkiraan sebelumnya menempatkan rentang 3 juta hingga 100 juta dan sebuah laporan pada tahun 2011 memperkirakan 8,7 juta spesies eukariota yang meliputi tanaman, hewan, jamur dan beberapa organisme bersel tunggal dengan sekitar 86 persen belum didokumentasi.

Estimasi jumlah mikroba berdasarkan pada pola kecenderungan dikenal sebagai hukum scaling atau hukum yang mendeskripsi sifat suatu ekologi. Banyak hukum skala cukup mapan diterapkan pada komunitas tumbuhan atau hewan, tapi sebagian besar tidak terpeta pada mikroba.

Jurnal : Kenneth J. Locey and Jay T. Lennon. Scaling laws predict global microbial diversity, Proceedings of the National Academy of Sciences, May 2, 2016, DOI:10.1073/pnas.1521291113

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…