Friday, May 6, 2016

Katak Batu Kalimantan (Staurois parvus) Mengevolusi Lambaian Kaki

Penelitian ~ Katak Kalimantan melambaikan kaki untuk mengusir pesaing. Katak Batu Kalimantan (Staurois parvus) mengevolusi peringatan kaki sebagai respon provokasi rivalitas.

Sambil nongkrong di atas batu kali berlumut di Kalimantan katak kecil melambaikan kaki berkibar putih setelah otot paha menjadi lebih sensitif terhadap testosteron seiring waktu sebagai respon evolusioner untuk menangkal persaingan.

Para pejantan penyanyi parau di hadapan pengadilan dan bersaing dengan laki-laki lain atas situs pelaminan, tapi jika Anda tinggal di dekat air terjun keras harus membangun cara selain vokalisasi menggunakan isyarat lain untuk mencegah pertempuran.

Kebanyakan katak menggunakan sinyal akustik untuk berkomunikasi selama musim kawin yang penuh konfrontasi, tetapi spesies katak S. parvus juga mengembangkan sinyal lambaian kaki sebagai bendera putih untuk mencegah kompetisi.



Spesies penyuka batuan yang hidup di dekat sungai dengan air mengalir cepat di hutan Kalimantan memanjangkan kaki belakang sampai di atas kepala, berputar ke belakang seperti busur untuk mengekspos telapak putih anyaman jari kemudian menarik kembali bahwa testosteron memainkan proses evolusioner.

"Kami menguji apakah evolusi lambaian pada laki-laki ditandai perubahan hormon seperti testosteron yang mempengaruhi otot-otot pengontrol gerakan anggota badan," kata Matthew Fuxjager, biolog Wake Forest University di Wina.

Setiap laki-laki harus saling bersaing untuk akses kemuliaan di musim kawin. Bendera kaki adalah bentuk peringatan jarak dekat. Inovasi komunikasi terbentuk karena lingkungan di mana air terjun terlalu keras bagi mereka ketika hanya menyampaikan pesan vokal.

"Kita tahu testosteron adalah regulator penting berbagai jenis perilaku seksual sehingga hipotesis tentang steroid mungkin juga memengaruhi lambaian dengan mempengaruhi sistem motorik yang mengontrol gerakan fisik," kata Fuxjager.

"Evolusi jenis tampilan baru ditandai dengan perubahan hormon dalam tindakan otot-otot yang mengontrol gerakan melambai. Selain itu perubahan ini mirip ketika mereka mengevolui kemampuan suara parau," kata Fuxjager.

Otot kaki sekitar 10 kali lebih sensitif terhadap testosteron daripada otot kaki katak yang tidak mengevolusi bendera kaki. Para ilmuwan memberi wawasan baru bahwa sistem hormonal yang mengontrol gestur motorik bisa ditanbahkan sebagai keuntungan evolusi diplay seksual.

Jurnal : Lisa A. Mangiamele et al. Increased androgenic sensitivity in the hind limb muscular system marks the evolution of a derived gestural display, Proceedings of the National Academy of Sciences, May 3, 2016, DOI:10.1073/pnas.1603329113
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment