Skip to main content

Evolusi Paralel Buaya Miosen Gryposuchus pachakamue di Peru dan India

Penelitian ~ Buaya Miosen Gryposuchus pachakamue menteorikan evolusi paralel mata menonjol. Fitur mata teropong gavialoid Amerika Selatan dan India sebagai garis leluhur terpisah.

Fosil buaya gavialoid punah dating 13 juta tahun di Amazon Peru menunjuk dokumen yang membatu bahwa gavialoid Amerika Selatan dan India berevolusi secara terpisah untuk memperoleh mata yang menonjol seperti teropong.

Sebuah wawasan lama yang dicari para ilmuwan tentang gavialoid yaitu sekelompok diversifikasi spesies buaya bermoncong panjang sebagian besar telah punah yang hari ini diwakili hanya 1 spesies hidup yaitu Gharial India (Gavialis gangeticus).

Para ilmuwan pekan lalu melaporkan pemeriksaan fosil dalam sedimen Miosen sebagai gavialoid tertua dari Amazon. Spesies baru G. pachakamue adalah dewa pendongeng yang memiliki pengetahuan tentang asal-usul kehidupan Amerika Selatan.

"G. pachakamue berbeda dari semua buaya lain yang tinggal di Pebas besar Mega-Wetlands Amerika Selatan," kata Rodolfo Salas-Gismondi, paleontolog University of Montpellier di Perancis dan Natural History Museum di Peru.

Endapan fosil Formasi Pebas di timur laut Peru mungkin diisi kanal air dan rawa-rawa yang menunjuk bahwa buaya memiliki gaya hidup sungai. Mata menonjol seperti teropong dengan moncong panjang mengintai dari dalam air untuk mengintip mangsa di permukaan.

Gambar: Dario De Franceschi

"Ini satu-satunya spesies yang bermoncong panjang dalam komunitas buaya sangat beragam tapi didominasi oleh moncong tumpul pemakan kerang," kata Salas-Gismondi.

Para ilmuwan melakukan analisis filogenetik dan morfometrik untuk menilai perkembangan evolusioner hal-hal yang memungkinan mata teropong menonjol dari spesies India dan Amerika Selatan. G. pachakamue hanya mewakili kondisi leluhur keturunan Amerika Selatan.

Mata berkembang secara paralel di garis keturunan Amerika Selatan dan India yang awalnya menunjuk telescoping parsial seperti di G. pachakamue dan akhirnya menjadi sepenuhnya tidak biasa seperti yang terlihat di kemudian hari seiring perkembangan spesies.

Jurnal : Rodolfo Salas-Gismondi et al. A New 13 Million Year Old Gavialoid Crocodylian from Proto-Amazonian Mega-Wetlands Reveals Parallel Evolutionary Trends in Skull Shape Linked to Longirostry, PLoS ONE, April 20, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0152453

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…