Monday, May 2, 2016

Parasit Malaria Membangun Resistensi Obat Antimalaria Tapi Siklus Berhenti

Penelitian ~ Parasit malaria membangun toleransi genetik terhadap obat antimalaria. Plasmodium yang menumpang nyamuk Anopheles mengembangkan resistensi antimalarial.

Plasmodium berghei dan Plasmodium falciparum mengembangkan mutasi pada gen sitokrom b yang membuat mereka tahan terhadap atovaquone yaitu bahan dalam obat antimalaria Malarone cukup mengkhawatirkan, meskipun mutasi tidak diturunkan.

Sebuah jawaban atas ketakutan para ilmuwan bahwa malaria semakin sulit diperangi mendapat sedikit kabar gembira. Sitokrom b sebagai pembangkit energi dalam mitokondria diwariskan dari ibu tidak dapat membantu nasib parasit melarikan diri dari kuas kimia antimalaria.

Parasit resisten yang mereproduksi pada host manusia memiliki keturun cacat perkembangan dan mati dalam siklus hidup. Para penliti mengirim berkas resistan pada 44 tikus melibatkan 750 gigitan. Hanya satu upaya berhasil bahwa parasit tidak bisa menyebar lebih jauh bahkan setelah tujuh usaha.

Jurnal : Christopher D. Goodman et al. Parasites resistant to the antimalarial atovaquone fail to transmit by mosquitoes, Science, 15 Apr 2016, DOI:10.1126/science.aad9279
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment