Langsung ke konten utama

Parasit Malaria Membangun Resistensi Obat Antimalaria Tapi Siklus Berhenti

Penelitian ~ Parasit malaria membangun toleransi genetik terhadap obat antimalaria. Plasmodium yang menumpang nyamuk Anopheles mengembangkan resistensi antimalarial.

Plasmodium berghei dan Plasmodium falciparum mengembangkan mutasi pada gen sitokrom b yang membuat mereka tahan terhadap atovaquone yaitu bahan dalam obat antimalaria Malarone cukup mengkhawatirkan, meskipun mutasi tidak diturunkan.

Sebuah jawaban atas ketakutan para ilmuwan bahwa malaria semakin sulit diperangi mendapat sedikit kabar gembira. Sitokrom b sebagai pembangkit energi dalam mitokondria diwariskan dari ibu tidak dapat membantu nasib parasit melarikan diri dari kuas kimia antimalaria.

Parasit resisten yang mereproduksi pada host manusia memiliki keturun cacat perkembangan dan mati dalam siklus hidup. Para penliti mengirim berkas resistan pada 44 tikus melibatkan 750 gigitan. Hanya satu upaya berhasil bahwa parasit tidak bisa menyebar lebih jauh bahkan setelah tujuh usaha.

Jurnal : Christopher D. Goodman et al. Parasites resistant to the antimalarial atovaquone fail to transmit by mosquitoes, Science, 15 Apr 2016, DOI:10.1126/science.aad9279

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…