Thursday, April 7, 2016

Babi Berkutil Bawean (Sus blouchi) Paling Langka di Dunia

Penelitian ~ Babi Berkutil Bawean (Sus blouchi) mungkin babi paling langka di dunia. Tiga set kutil besar di kedua sisi kepala, kumis emas kekuningan dan mohawk hanya sekitar 230 ekor.

Pada siang hari mereka bersembunyi di sisa hutan hujan pulau kecil tropis utara Gresik, Jawa Timur. Ketika malam menyelinap untuk mencari umbi-umbian dan akar karena harus menghindari anjing penjaga dan manusia yang marah sambil membawa senapan.

Celeng Asia Tenggara datang dalam berbagai bentuk dan ukuran dengan banyak spesies sering dianggap sebagai hama. Hari ini Babi Berkutil Bawean (S. blouchi) mendapat gelar baru bahwa satu spesies ditambahkan ketenaran babi paling langka di dunia dan terancam punah.

Foto: Bawean Endemik Konservasi Initiatif

Sementara taksonomi dengan selusin spesies berbeda, Sus blouchi adalah kerabat kerdil Babi Berkutil (Sus verrucosus) karena lebih kecil dari sepupu lain dan memiliki 3 lobus di belakang kaki depan dan bukan 4 seperti Babi Jawa pada umumnya.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan analisis ekologi pertama kalinya hewan berdasarkan rekaman 100 kamera perangkap yang disebar di seluruh area pulau vulkanik kecil selebar 15 kilometer di Laut Jawa dengan populasi sangat mengkhawatirkan yaitu sekitar 230 individu.

"Laki-laki memiliki tiga pasang kutil besar di setiap sisi wajah mereka," kata Eva Johanna Rode-Margono, spesialis babi North of England Zoological Society di UK.

Meskipun Pulau Bawean dilindungi sejak tahun 1930-an, sangat jelas hanya bergantung makanan akar dan umbi-umbian di dalam pekarangan desa setempat. Ukuran pulau kecil menunjukkan bahwa jumlah babi mungkin tidak pernah lebih banyak dari hari ini.

Foto: Bawean Endemik Konservasi Initiatif

"Mengenai sejarah populasi kita hanya bisa menebak. Sebuah surat kabar dari zaman kolonial tentang Isle of Pigs bahwa warga mengatakan dalam wawancara setidaknya ada sekitar 3000 individu," kata Mark Rademaker, ekolog VHL University of Applied Sciences di Leeuwarden.

Sementara babi berkutil mungkin tidak cukup lucu untuk membawa banyak stasiun televisi bergegas ke Bawean, tidak ada status perlindungan di bawah hukum Indonesia bahwa mereka memenuhi syarat status terancam punah di bawah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

"Anda dapat melihat ada sekitar 90.000 orang tinggal di pulau hari ini. Hutan komunitas sangat penting untuk kelangsungan satwa liar," kata Rademaker.

Babi bukan satu-satunya di ujung jurang karena subspesies Elang Jambul Ular jatuh dengan 30 pasang individu bersama Burung Hantu Kayu Berbintik. Rode-Margono dan Rademaker telah menyiapkan proyek Bawean Endemik Konservasi Initiatif sebagai upaya mencegahnya.

Foto: Bawean Endemik Konservasi Initiatif

"Mereka secara teratur berjalan melalui sawah untuk mencari makanan yang menciptakan banyak gesekan antara babi dan masyarakat lokal di dekat kawasan lindung," kata Rademaker.

"Kadang-kadang babi masuk jebakan dan dibunuh. Kadang-kadang pemburu sendirian atau sekelompok anjing dikirim untuk berburu. Yang terakhir ini dilarang, tapi cukup menyebabkan kerusakan," kata Rademaker.

Jurnal : Mark Rademaker et al. First Ecological Study of the Bawean Warty Pig (Sus blouchi), One of the Rarest Pigs on Earth, PLoS ONE, April 6, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0151732
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment