Wednesday, April 6, 2016

Alien Menemukan Bumi Sama Seperti Manusia Mencari Transit Exioplanet

Penelitian ~ Para astronom menghabiskan waktu mencari sinyal alien atau tanda-tanda kehidupan di dunia luar Tata Surya tapi perlu mencoba juga melakukan kontak lebih terarah.

Perburuan kehidupan di luar Bumi apapun termasuk mikroba cukup tinggi. Tapi berburu peradaban alien cerdas seperti melakukan tembakan panjang salah satu strategi teoritis bahwa mereka juga mencari kita dengan cara persis sama.

Pengamatan cahaya yang meredup sebagaimana planet melintas orbit di depan bintang host dilakukan NASA Kepler telah menemukan lebih dari 1000 exoplanet sejak diluncurkan tahun 2009 adalah cara yang sama dilakukan alien menemukan Bumi.

Sementara para astronom Bumi mengidentifikasi dunia jauh berdasarkan pembacaan intnsitas cahaya bintang yang sedikit meredup karena gernana planet yang mengitarinya, mahkluk cerdas exosolar mungkin juga melakukan hal yang sama untuk menemukan Bumi.

Para ilmuwan pekan lalu membalik gagasan bahwa apa yang dilakukan alien cerdas di luar tata surya mungkin memiliki upaya sama seperti dilakukan para astronom di Bumi bahwa jalan pintas bertelepon dengan peradaban berbeda bisa ditemukan lebih mudah.

"Mereka tentu memiliki motivasi tinggi mendatangi Bumi karena mereka memiliki sarana lebih baik untuk mengidentifikasi planet yang layak dihuni," kata René Heller, astronom Max Planck Institute for Solar System Research di Göttingen.

"Menggunakan spektroskopi, kita mengidentifikasi jejak gas-gas tertentu di atmosfer exoplanet. Oleh karena itu mereka juga mungkin menggunakan cara lebih mahal untuk menemukan Bumi," Heller.

Para ilmuwan di luar Bumi harus menargetkan exoplanet sebagaimana Bumi dapat dilihat melintas di depan Matahari yang disebut dengan transit. Dengan mempelajari gerhana Bumi, peradaban di planet-planet lain bisa melihat bahwa Bumi memiliki atmosfer yang ramah diduduki.

Sekitar 10.000 bintang yang mengandung planet harus ada dalam 1000 parsec atau 3260 tahun cahaya dari Bumi. Jika alien memiliki perangkat serupa Kepler, zona ruang transit Bumi relatif sempit bahkan lebih sempit dimana geometri Bumi melintas setengah radius dari pusat Matahari.

Salah satu bintang paling dekat di zona ini Van Maanen Star yaitu hanya 4 parsec. Van Maanen adalah bintang kerdil putih sisa-sisa ledakan bintang dan mungkin tidak memiliki planet yang mengorbit. Tetapi jika ada, mereka memiliki celah untuk menonton Bumi.

"Jika peradaban di sana selamat dari kematian bintang, mereka bisa menemukan kita selama transit Matahari," kata Heller.

Jurnal : René Heller and Ralph E. Pudritz. The Search for Extraterrestrial Intelligence in Earth's Solar Transit Zone, Astrobiology, March 11, 2016, DOI:10.1089/ast.2015.1358
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment