Friday, April 29, 2016

Homo rhodesiensis Dimangsa Hyena, Tanda Gigi di Tulang Femur

Penelitian ~ Tanda gigi di tulang tanda manusia dimakan. Sidik jari gigi karnivora besar kemungkinan besar hyena makan Homo rhodesiensis 500.000 tahun lalu di Maroko.

Pemburu diburu jatuh tulang ke mulut hyena adalah panggung berdarah yang menambah bukti-bukti bahwa predator dan mangsa adalah dua pihak saling bertukar posisi sebelum jumlah populasi meningkat dan senjata ditingkatkan untuk peradaban kemudian.

Femur Pleistosen Tengah mengarsip bukti definitif tertua karnivora makan hominin di Afrika Utara. Tulang dewasa tergolek dengan rongga besar di situs gua Grotte à Hominidés yang terkenal habitat manusia dan alat-alat batu diyakini mewakili H. rhodesiensis.

Fosil lainnya ditemukan di lokasi termasuk tulang spesies punah beruang, rusa kutub, macan kumbang dan babon raksasa yang menghadirkan bukti langka paling awal interaksi tumpang tindih kekerasan dunia lapar antara manusia dan karnivora besar.

Meskipun tidak ada cara untuk mengetahui perlunya belasungkawa atas adegan di dalam gua apakah leluhur dimangsa atau hanya dipulung setelah mati oleh penyebab lain, hyena segera mencapai tulang tidak lama setelah kematian bahwa berburu atau diburu tergantung pada keberuntungan.

Para ilmuwan melaporkan nenek moyang dan sepupu manusia berkompetisi sisi by sisi untuk makanan dan sumber daya lainnya dengan beberapa lawan tangguh yang selama ini sangat sulit menemukan bukti langsung sebelum penggunaan api dalam budaya hominin.


"Pola mengunyah tulang menunjuk hyena karena spesies yang sedikit lebih besar tidak ada lagi," kata Jean-Jacques Hublin, antropolog Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig.

"Jika Anda membandingkan, karnivora besar memiliki cara makan berbeda. Singa atau harimau makan daging dan mengunyah ekstremitas tulang. Tapi Hyena jauh lebih mampu meretak tulang besar karena rahang dan otot sangat kuat," kata Hublin.

Perburuan dalam kelompok dan mengandalkan senjata baru yang lebih efektif memungkinkan manusia menyembelih mangsa lebih besar dan menyelesaikan setiap pertemuan dengan pesaing berbahaya, tapi Pleistosen adalah periode persaingan ketat yang seimbang kedua belah pihak

Meskipun bekas gigitan karnivora pada tulang manusia telah ditemukan di Afrika Selatan, Eropa dan Timur Tengah, daerah-daerah tersebut baru saja terjadi kemudian antara 40.000 hingga 10.000 tahun lalu ketika berburu karnivora menjadi budaya luas.

Jurnal : Camille Daujeard et al. Pleistocene Hominins as a Resource for Carnivores: A c. 500,000-Year-Old Human Femur Bearing Tooth-Marks in North Africa (Thomas Quarry I, Morocco), PLoS ONE, April 27, 2016, DOI:10.1371/journal.pone.0152284
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment