Thursday, April 28, 2016

Tabrakan 3 Galaksi Membentuk Lubang Hitam IRAS 20100-4156

Penelitian ~ Lubang hitam raksasa bermassa 3 miliar kali Matahari dibentuk koalisi trio. Tiga galaksi spiral 1,8 miliar tahun cahaya dari Bumi menghasilkan 1 lubang hitam menggangga.

Pengujian rutin teleskop baru yang benar-benar mengukur langsung material kosmik berputar-putar di sekitarnya menemukan kejutan 3 galaksi ugal-ugalan bertabrakan di langit jauh menghasilkan sebuah lubang hitam kelas berat setimpal 3 miliar kali bobot Matahari.

Pada tahun 1989 para ilmuwan melaporkan pengamatan gas disebut astrophysical maser di galaksi jauh IRAS 20100-4156 yang pada saat itu tidak tahu bahwa sebenarnya gabungan 3 galaksi dalam proses tabrakan dan lubang hitam di pusat-pusat mereka bergabung membentuk lubang hitam supermasif.

"Lubang hitam di pusat galaksi kita hanya 4 juta kali massa Matahari, jadi satu ini sebanding raksasa," kata Lisa Harvey-Smith, astronom CSIRO Astronomy and Space Science.

Harvey-Smith dan rekan memutuskan untuk mengukur spektrum gelombang radio yang dipancarkan maser sebagai bagian dari uji pengamatan teleskop radio baru milik CSIRO yaitu Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP) di Murchison.

Semua bekerja seperti biasa tapi setelah pemeriksaan lebih lanjut menggunakan Australia Telescope Compact Array di Narrabri suatu kejutan bahwa megamaser bergerak 2 kali lebih cepat dari dugaan. Berputar-putar 600 kilometer per detik di sekitar gravitasi pusat galaksi.

"Pergerakan gas sangat cepat memberitahu kita bagaimana besar lubang hitam. Benar-benar menarik tentang ini adalah pengukuran langsung massa lubang hitam oleh material yang berputar-putar di sekitarnya," kata Harvey-Smith.

Pembentukan lubang hitam supermasif melalui penggabungan galaksi menciptakan semburan di mana bintang-bintang terbentuk ratusan kali lebih cepat dari umumnya yang memberikan wawasan bagaimana galaksi berevolusi hingga selama sejarah alam semesta.

"Kami ingin tahu apakah tabrakan galaksi dan pembentukan lubang hitam supermasif benar-benar didorong tingkat pembentukan bintang yang kita lihat di galaksi dan bagaimana berubah sepanjang waktu," kata Harvey-Smith.

Referensi : L. Harvey-Smith et al. High-velocity OH megamasers in IRAS 20100-4156: Evidence for a Supermassive Black Hole, arXiv, Submitted on 26 Apr 2016, arXiv:1604.07537
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment