Thursday, April 28, 2016

Tulang Panggul Wanita Menyempit Seiring Umur Tahap Menopause

Penelitian ~ Panggul wanita menyempit saat menginjak usia lebih. Perempuan melebarkan pelvis untuk melahirkan otak besar bayi kemudian menyempit setelah melewatkan usia subur.

Primata berterima kasih kepada ibu untuk otak besar jika bukan karena panggul perempuan relatif luas yang berkembang selama masa pubertas, Anda tidak pernah bisa mendapatkan dunia yang terus tumbuh melalui hambatan kanal kelahiran.

Alam memiliki jawaban kontrak umur pubertas dan menopause bahwa morfologi tulang panggul perempuan dipengaruhi perubahan hormonal. Pemetaan perkembangan di seluruh rentang kehidupan bahwa panggul wanita menyempit karena makin tua yang menandai akhir masa subur mereka.

Meskipun secara tradisional panggul manusia dianggap sebagai kompromi evolusioner antara persalinan otak besar dan bipedalitas bahwa panggul lebih luas memungkinkan kaki lebih efisien, pekan ini para ilmuwan melaporkan titik bobot pada arah mundur dalam ukuran.

"Ini seperti jendela yang terbuka untuk waktu tertentu dan setelah itu menutup," kata Marcia Ponce de León, antropolog University of Zurich di Swiss.

Panggul panjang mempesona karena pintu gerbang literal evolusi, Manusia melewatinya dan garis keturunan diteruskan atau Anda diblokir dan punah. Arsitektur 3D menggunakan teknologi pencitraan canggih selama rentang kehidupan manusia menunjuk umur mengubah tulang panggul.



Para ilmuwan mengambil CT scan pelvis 151 laki-laki dan 124 di usia bayi hingga 95 tahun yang memungkinkan animasi 3D setiap panggul, kemudian analisis landmark anatomi tulang bagaimana bentuk panggul berbeda antara pria dan wanita dari berbagai usia.

Di akhir pubertas, panggul perempuan 25% lebih lebar dari panggul pria seperti yang diteorikan, tapi pola lebih mengejutkan bahwa pelvis perempuan berumur 70 tahun lebih sempit 8% lebih daripada perempuan setengah baya bahwa tulang pinggul wanita konstriksi seiring waktu.

Satu hipotesis menunjukan bahwa semakin tua organ-organ internal seperti rahim beristirahat di atasnya dan pembukaan sempit panggul berarti organ-organ yang duduk di permukaan lebih stabil. Kadar estrogen yang meningkat selama masa pubertas dan menurun menginjak baya dibalik pelebaran dan penyempitan.

Tapi hipotesis masih perlu diuji karena para peneliti sedang mempelajari manusia modern yang mungkin mencerminkan perubahan terbaru daripada proses evolusioner. Konteks evolusi membutuhkan lebih banyak sampel dan seluruh kursus hidup.

"Persalinan yang sulit belum tentu merupakan kegagalan langkah evolusi, tetapi lebih pertanyaan atas keseimbangan antara hormon dan faktor eksternal yang mempengaruhi ukuran jalan lahir dan perkembangan prenatal anak," kata Ponce de León.

Jurnal : Alik Huseynov et al. Developmental evidence for obstetric adaptation of the human female pelvis, Proceedings of the National Academy of Sciences, April 25, 2016, DOI:10.1073/pnas.1517085113
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment