Wednesday, April 27, 2016

Variasi Genetik Kebahagiaan Tumpang Tindih Depresi dan Neurotik

Penelitian ~ Variasi genetik tertentu mempengaruhi kebahagiaan. Pertama kali gen brada di balik kebahagiaan ternyata tumpang tindih dengan depresi dan neurotik.

Anda semua paling tidak punya seorang teman yang sangat bersemangat menapaki langkah hidup dengan selalu tersenyum dan tertawa optimis abadi dan ke mana saja selalu berpayung teduh tanpa terik Matahari bahwa tampaknya dia lebih bahagia daripada Anda sendri.

Gambaran jelas mewarnai perbincangan di segala zaman dari para filosof, ahli akerat, matematikawan hingga curhat kedai kopi tentang apa arti sebuah kebahagiaan dan perbedaan setiap orang, tapi sapuan genetik tumpang tindih sudah keluar dengan poin-poin paling penting.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan identifikasi gen terkait kebahagiaan. Setidaknya 3 varian genetik terkait dengan kesejahteraan subjektif, 2 varian terkait gejala depresi dan 11 varian terkait neurotisme yaitu ciri kepribadian dengan kecenderungan negatif.

"Kami memberi tonggak baru aspek genetik untuk kebahagiaan dan awal baru karena 3 varian yang kita tahu memiliki akun perbedaan antar manusia," kata Meike Bartels, biolog Vrije Universiteit di Amsterdam.

Bartels bersama 200 ilmuwan dari 17 negara memeriksa variasi DNA umum lebih dari 300.000 orang untuk melihat fenotipe yaitu ciri yang dihasilkan dari interaksi antara gen dan lingkungan untuk mengeksplorasi kesejahteraan subjektif, gejala depresi dan neurotisisme.

Proyek memperhitungan masalah kesehatan mental dan juga 5 faktor risiko fisik yang merugikan kesehatan dan dapat mempengaruhi suasana hati seseorang dalam mempersepsi hidup yaitu indeks massa tubuh (BMI), status merokok, arteri koroner, kadar glukosa dan trigliserida.

Varian genetik terkait Alzheimer, kecemasan, gangguan spektrum autisme, gangguan bipolar dan skizofrenia saling tumpang tindih, sedangkan varian genetik terkait kesejahteraan subjektif, depresi dan neurotisisme tumpang tindih dengan skizofrenia dan gangguan bipolar.

"Kebahagiaan dan kesejahteraan mengalami peningkatan jumlah topik ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu. Para pembuat kebijakan semakin fokus pada kesejahteraan terutama bukti-bukti yang menunjuk faktor dalam kesehatan mental dan fisik," kata Bartels.

Jurnal : Aysu Okbay et al. Genetic variants associated with subjective well-being, depressive symptoms, and neuroticism identified through genome-wide analyses, Nature Genetics, 18 April 2016, DOI:10.1038/ng.3552
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment