Skip to main content

Gen Alga Gonium pectorale Mengisi Transisi Uniseluler ke Multiseluler

Penelitian ~ Gonium pectorale adalah spesies kecil yang mengisyaratkan asal-usul semua kehidupan kompleks, tapi pertanyaan tetap sama bagaimana kehidupan jadi rumit?

Selama miliaran tahun Bumi diisi kehidupan sangat sederhana. Berbagai organisme bersel tunggal mengambang, berprokreasi dan makan. Bukan hal rumit dan kehidupan terus berlalu sampai sekitar 600 juta tahun lalu sel-sel individual mulai berkelompok.

Sel-sel tunggal berkolaborasi, muncul perbedaan, tumbuh dalam ukuran dan kemampuan dengan beberapa mengorbankan diri untuk kebaikan lebih banyak. Setelah masa kelam panjang kehidupan bersel tunggal, diversifikasi mengambil waktu tak terlalu lama.

Dunia diisi trilobita dan anemon, kemudian ikan, pakis, pterodactylus, tyrannosaurus, lebah, paus, kaktus dan Anda sendiri. Meskipun transisi diketahui sepanjang kalender pada tumbuhan, hewan, alga dan bentuk kehidupan lain, teka-teki masih di papan tulis bagaimana semua terjadi.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan sepanjang sejarah kehidupan di Bumi kehidupan multiseluler berkembang dari sel tunggal dengan menyelesaikan DNA lengkap salah satu organisme model paling penting yaitu G. pectorale, ganggang hijau sederhana hanya terdiri dari 16 sel.

"Ini pertanyaan mendasar. Apa dasar multi seluleritas dan kapan berevolusi," kata Hanschen, ekolog University of Arizona di Tucson.

Para ilmuwan percaya jawaban tersembunyi dalam DNA. Daripada ratusan ribu perubahan, sebenarnya ada regulator ekspresi gen yang berubah. Gen RB yang tampaknya bertanggung jawab mengubah makhluk bersel tunggal ke dalam kelompok korporasi multiseluler.

G. pectorale adalah organisme mikroskopis membantu mengisi kesenjangan pemahaman evolusioner bahwa uniseluler menjadi multiseluler adalah masalah besar yang mengubah planet selamanya. Dari cacing hingga serangga, dinosaurus, rumput, tanaman berbunga, hadedas dan manusia.

"Transisi evolusi multiseluleritas terjadi berkali-kali di semua domain kehidupan, ganggang hijau volvocine mencakup beragam spesies uniseluler, kolonial dan multiseluler," kata Pierre Durand, ekolog University of Arizona.

Ada banyak anggota volvocine dengan berbagai tingkat kompleksitas sehingga memungkinkan pmeriksaan berbagai tahap sejarah multiseluleritas. Volvocine juga berkembang relatif baru selama periode Triassic atau sekitar waktu ketika dinosaurus pertama muncul.

Jurnal : Erik R. Hanschen et al. The Gonium pectorale genome demonstrates co-option of cell cycle regulation during the evolution of multicellularity, Nature Communications, 22 April 2016, DOI:10.1038/ncomms11370
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Hidup Tanpa Ibu, Bayi Tikus Lahir Sehat Tanpa Pembuahan Sel Telur

Penelitian ~ Membuat bayi semakin mudah tanpa telur bahwa tikus lahir tanpa ibu. Embrio haploid atau parthenogenotes disuntik dengan sperma berhasil berkembang menjadi keturunan yang sehat.

Gambar Tiga Dimensi Struktur Detail Virus Zika Resmi Terbit

Penelitian ~ Struktur virus Zika dipetakan untuk pertama kalinya. Gambar 3D virus tidak hanya memancing inspirasi seni, tapi bisa pula memberi petunjuk bagaimana melawannya.