Monday, April 4, 2016

Tekanan Manusia Mengubah Anjing Lycaon pictus Berburu Seperti Cheetah

Penelitian ~ Manusia mendorong Lycaon pictus berburu seperti kucing besar. Campur tangan manusia mengubah cara anjing liar Afrika berburu mangsa seperti cheetah.

Seiring perlakuan manusia yang menganggap anjing L. pictus sebagai hama dan sering menjadi sasaran perburuan mendorong adaptasi singkat menjadi seperti cheetah sebagai pemegang rekor pemburu tercepat dan jangkauan pendek.

Tidak seperti banyak anjing domestik di planet Bumi, Lycaon pictus sangat terancam punah. Selama ratusan tahun manusia telah membunuh sebagai hama dan populasi jatuh sekitar 7.000 ekor. Konservasionis terbukti kesulitan melindungi L. pictus karena sulit dilacak.



Anjing-anjing yang digunakan manusia untuk berburu perlahan-lahan belajar mengejar mangsa hewan besar dalam kelompok. Tapi L. pictus mengalami tekanan lingkungan yang mendorong mereka ke daerah lebih berhutan dan mengadopsi strategi berburu yang sama.

Alan Wilson, biomekanikawan Royal Veterinary College di Inggris, dan rekan menempatkan alat lacak GPS bertenaga surya pada 6 L. pictus di Botswana yang memiliki sensor untuk mendeteksi gerakan dan seberapa cepat bergerak.

Meskipun tidak secepat cheetah, L. pictus berburu sangat mirip dengan mengejar mangsa rusa dan impala hidup. Anjing hampir tidak pernah berkumpul, tapi setelah buruan dibunuh, kelompok bertemu untuk berbagi makanan menurut urutan kekuasaan.

Jurnal :

Tatjana Y. Hubel et al. Additive opportunistic capture explains group hunting benefits in African wild dogs, Nature Communications, 29 March 2016, DOI:10.1038/ncomms11033

Tatjana Y. Hubel et al. Energy cost and return for hunting in African wild dogs and cheetahs, Nature Communications, 29 March 2016, DOI:10.1038/ncomms11034
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment