Wednesday, April 20, 2016

Metastasis Kanker dalam Sel Tunggal, Menyatu Lagi di Situs Baru

Penelitian ~ Sel kanker menyebar lebih menakutkan daripada pikiran. Cluster sel kanker berkeliling dengan memindahkan file tunggal menembus kapiler untuk membentuk tempat baru.

Sel-sel tumor membentang dan berbaris satu per satu melewati pembuluh darah paling sempit sebagai rantai selular membentuk situs baru semakin menegaskan bahwa metastasis yang terkenal penyebab 90 persen kematian terkait kanker semakin menakutkan.

Sel-sel kanker memiliki cara cerdik menyebar bahkan melewati pembuluh darah terkecil ke seluruh tubuh bahwa proses metastasis disikapi dengan memutus sel-sel tertentu dari tumor primer dan memasuki aliran darah kemudian berkumpul lagi ke tempat selanjutnya.

Asumsi umum bahwa kelompok yang lebih besar terlalu besar melewati kapiler ultra-tipis pada dasarnya tidak demikian. Sebaliknya, cluster dapat mengatur ulang menjadi untai tunggal seperti manik-manik untuk menembus hambatan dan sekali melalui mereka merakit kembali menjadi cluster di pulau seberang.

Para ilmuwan melaporkan sel-sel melewati tabung dalam berkas tunggal, masing-masing berhimpit ke bentuk persegi panjang dan menempel satu atau dua tetangga. Setelah tiba di tempat lapang, sel-sel berkumpul kembali menjadi gumpalan bulat.



"Informasi ini mengubah narasi standar bagaimana metastasis dimulai dan memungkinkan kita untuk menemukan cara-cara lebih baik untuk melawannya," kata Sam Au dari Harvard Medical School di Boston.

Para ilmuwan telah lama menduga koloni yang disebut Circulating Tumor Cells (CTCs) memainkan peran kunci penyebaran kanker dan penelitian sebelumnya melaporkan temuan koloni cukup besar dalam pembuluh darah lengan pasien meninggal jauh dari lokasi tumor asli.

Tetapi tidak ada yang tahu bagaimana cluster yang berbentuk pulau-pulau menembus kapiler selain pula sel-sel kanker sangat langka sehingga sangat sulit terlihat dari miliaran jenis sel lain yang beredar dalam aliran terutama sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.

Au dan rekan memisahkan claster dalam mikrofluida pada sebuah chip yang dapat menyingkirkan tumpukan jerami melalui proses deplesi negatif berturut-turut menghapus 999.000.000.000 sel, kemudian 999.000.000 sel menjadi 999 ribu sel dan setersunya sampai hanya segenggam CTCs.

Ketika berjalan menuju ke kapiler, sel-sel dalam cluster antri kemacetan kemudian menata kembali ke cluster di sisi lain. Perilaku aneh tampaknya terkait dengan seberapa kuat CTCs individu dapat menempel satu sama lain sepanjang waktu dalam cluster-cluster lain.

Koneksi yang sudah ada sebelumnya begitu kuat tetapi cluster dengan mudah mengkonfigurasi ulang di sendiri tanpa merusak sel-sel individu dalam cara apapun dan kemudian berkembang biak kembali di masa depan di tempat-tempat baru.

"Jika kita bisa mencegah cluster memecah diri menjadi sel-sel individual, kita mungkin bisa mengendalikan kemampuan mereka melewati pembuluh yang sempit," kata Au.

Jurnal : Sam H. Au et al. Clusters of circulating tumor cells traverse capillary-sized vessels, Proceedings of the National Academy of Sciences, April 18, 2016, DOI:10.1073/pnas.1524448113
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment