Langsung ke konten utama

Fosil Tyrannosaurus rex Hamil Membuka Evolusi Bertelur Burung

Penelitian ~ Para ilmuwan menemukan dinosuarus hamil. Tulang paha Tyrannosaurus rex dating 68 juta tahun menegaskan makhluk adalah seorang ibu.

Paleontologi membuka jendela lebih lebar atas temuan sangat langka yang menuntun penentuan jenis kelamin bahkan tes kehamilan dinosaurus gugur jutaan tahun lalu menggunakan tulang meduler yang hanya ditemukan pada burung betina dan hanya muncul selama bertelur.

Para ilmuwan melaporkan analisis fosil menggunakan sidik jari kimia dinosaurus Theropoda yang luas mencakup burung modern hingga kerabat bergigi tajam lain seperti T. rex bahwa mereka mungkin memiliki tulang meduler yang berarti jenis kelamin perempuan dan sedang hamil.

"Analisis ini memungkinkan kita menentukan jenis kelamin fosil dan memberi tuang pemahaman evolusi bertelur pada burung modern," kata Mary Schweitzer, paleontolog North Carolina State University di Raleigh.

Fosil milik T. rex yang berkeliaran di Montana selama Periode Cretaceous memiliki semacam jaringan tulang meduler hanya ditemukan pada burung betina yang membawa telur atau baru saja selesai diletakkan. Dinosaurus Theropoda pada akhirnya berevolusi menjadi modern burung.


Jaringan lunak seperti pembuluh darah entah bagaimana awet jutaan tahun. Semua bukti menunjuk meduler, meskipun ada beberapa penyakit tulang pada burung seperti osteopetrosis dapat meniru fitur tulang meduler di bawah mikroskop sehingga Schweitzer dan tim melakukan analisis kimia.

Tulang meduler tidak seperti jenis tulang lainnya karena berisi sulfat dan hanya hadir selama jendela singkat yaitu ketika meletakkan telur kemudian tidak muncul lagi. Para peneliti juga menguji sampel femur yang dibandingkan dengan burung unta.

Jurnal : Mary Higby Schweitzer et al. Chemistry supports the identification of gender-specific reproductive tissue in Tyrannosaurus rex, Scientific Reports, 15 March 2016, DOI:10.1038/srep23099

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…