Wednesday, April 13, 2016

Lubang Hitam Supermasif NGC 1600 Bermasa 17 Miliar Kali Matahari

Penelitian ~ Lubang hitam supersized memaksa kembali pemikiran universal. Sebuah benda galaksi miliaran kali lebih berat dari Matahari mungkin lebih umum dari pemikiran.

Alam semesta penuh dengan batas-batas monster ugal-ugalan setelah wahyu mendatangkan sebuah lubang hitam dengan berat 17 miliar kali Matahari ditemukan dalam pusat galaksi NGC 1600 yang terisolasi di wilayah kosong 200 juta tahun cahaya.

Sebuah lubang hitam disebut supermasif jika memiliki massa jutaan hingga miliaran kali lebih berat dari Matahari seperti rekor lubang hitam supermasif sebelumnya dengan massa lebih dari 10 miliar Matahari duduk di pusat galaksi besar.

Para monster kosmos kelas berat pada umumnya ditemukan di jantung galaksi padat bintang. Tapi pekan lalu para ilmuwan melaporkan temuan pertama kalinya ukuran lebih besar tersembunyi di pusat galaksi besar yang duduk di daerah alam semesta yang relatif sepi.

"Kami tidak berharap melihat sebuah lubang hitam besar di tempat yang kecil," kata Chung-Pei Ma, astronom University of California di Berkeley.

Sementara jendala terbuka menarik kemungkinan bahwa galaksi lebih umum, lubang hitam supermasif bisa marak dan anda tidak perlu kluster galaksi padat untuk membangun lubang hitam sangat besar seperti kunci pas pemahaman bagaimana pusaran angin terbentuk di lapangan terbuka.

Gabungan data teleskop Hubble, Gemini di Hawaii dan McDonald Observatory di Texas memungkinkan para ilmuwan membongkar rahasia hubungan benda-benda alam semesta lokal tapi tepat melahirkan lubang hitam besar-besaran dengan bobot 17 miliar kali Matahari.

"Lubang hitam menurut definisi adalah hitam karena tidak memberikan cahaya sehingga sulit dipelajari. Tapi mereka memiliki gravitasi sangat kuat sehingga membuat bintang yang terlalu dekat terbang sangat cepat," kata Ma.

Referensi : Jens Thomas et al. A 17-billion-solar-mass black hole in a group galaxy with a diffuse core, arXiv, Submitted on 5 Apr 2016, arXiv:1604.01400
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment