Wednesday, April 13, 2016

Gerombolan Kepiting Merah (Pleuroncodes planipes) di Laut Dalam

Penelitian ~ Gerombolan misterius di laut dalam berisi ribuan kepiting tertangkap kamera. Invasi Kepiting Merah (Pleuroncodes planipes) ke laut dalam cukup mencengangkan.

Turun menggunakan kapal selam di perairan Hannibal Bank lepas pantai Pasifik Panama sesuatu yang aneh terjadi di dasar laut ketika keruh kabut melayang di atas sedimen bahwa ada sesuatu yang mengaduk dari bawah. Video terkejut menangkap kawanan kepiting bergerak di gunung bawah laut.

Sementara sebagian besar spesies laut berjuang untuk bertahan hidup di daerah rendah oksigen, kepiting sering ditemukan menyelinap dalam hipoksia ekstrim dan hipotesis menyatakan mereka melarikan diri untuk berlindung dari tuna dan predator lainnya.

Para ilmuwan melaporkan eksplorasi ekosistem beragam di pegunungan bawah laut ketika kapal selam melihat ribuan krutasea di perairan berawan pada kedalaman 355 meter dari dasar. Video yang diambil April lalu tapi baru saja dirilis menunjuk semua kepiting menyeret ke arah yang sama.

"Itu tak terduga. Saya tidak tahu ada kawanan ini," kata Jesús Pineda, biolog Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts.

Sementara periode ledakan populasi kepiting bersamaan suhu hangat, para ilmuwan menduga apa yang terjadi dengan mundur ke habitat air lebih dalam dan rendah oksigen mungkin untuk menghindari predator. Tapi tidak pernah ada didokumentasikan jauh di selatan.


Tes DNA beberapa spesimen yang dikumpulkan menunjuk spesies P. planipes yang melimpah di lepas pantai Baja California dan mencuci ribuan pantai utara San Diego pada sekitar waktu yang sama karena perairan hangat oleh El Niño.

Alasan bergerombol masih misteri karena kawanan hewan sering menetap di bagian bawah pada siang hari tidak dalam sebuah kelompok besar. Spesies lain yang sulit dibedakan secara visual yaitu Pleuroncodes monodon tinggal di dekat pantai Pasifik Amerika Tengah dan Selatan.

Meskipun krustasea lainnya seperti kepiting raja, kepiting penyamak dan lobster berduri ketika makan atau selama musim kawin atau migrasi bergerombol, kawanan yang padat menyatu dengan semua individu bergerak ke arah yang sama sangat mencengangkan.

"Kawanan serangga cenderung menuju ke arah yang sama, tapi kita tidak tahu ke mana tujuan kepiting merah atau mengapa mereka bergerak," kata Pineda.

Lanskap adalah sifat khusus dengan faktor lingkungan yang seragam seperti suhu dan oksigen mungkin mendorong hewan suka-suka saja pindah. Bergerombol ketat di tengah-tengah dengan individu yang lebih sedikit di tepi adalah pola sangat jarang untuk organisme bawah laut.



"Kami berharap menguji hipotesis peran kepiting dalam produktivitas gunung bawah laut. Ikan besar diketahui agregat Hannibal dan mereka makan kepiting." kata Pineda.

Kepiting merah mengais detritus tetapi juga makan plankton dan, sementara di tempat lain menjadi santapan segala macam dari sarden dan ikan, burung, mamalia dan manusia. Orang-orang di bagian Amerika Latin makan sebagai camilan renyah.

Jurnal : Jesús Pineda et al. A crab swarm at an ecological hotspot: patchiness and population density from AUV observations at a coastal, tropical seamount, PeerJ, April 12, 2016, DOI:10.7717/peerj.1770
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment