Tuesday, April 12, 2016

Pencitraan Otak Dengan Psikodelik Lysergic Acid Diethylamide (LSD)

Penelitian ~ Dampak Lysergic Acid Diethylamide (LSD) pada otak terungkap sebagai gambar pioner. Scan modern pertama kali obat psikodelik memberi wawasan basis saraf.

Pertama kali pencitraan otak dengan LSD membuka teori tentang kesadaran setelah hampir tiga perempat abad kimiawan Albert Hofmann sengaja menelan dan mengalami efek supranatural yang dikenal sebagai disolasi ego entah bagaimana merasa terpisah dari diri sendiri.

Mekanisme efek obat saraf pengubah pikiran seperti LSD setingkat lebih tinggi dari psilocybin halusinogen yang ditemukan dalam jamur ajaib mengubah keadaan otak normal bolak-balik menjadi fenomena biologis yang disebut sebagai kesadaran dan ketidaksadaran.

Dosis C20H25N3O ketika disuntikkan menimbulkan perubahan gelombang aktivitas dan konektivitas di seluruh otak yang selama ini diteorikan para ilmuwan sebagai halusinasi visual dan rasa kesatuan dengan alam semesta seperti dilaporkan para penggunanya.

Scan otak menunjuk informasi yang diperoleh dari banyak bagian dan bukan hanya korteks visual di bagian belakang kepala yang biasanya memproses informasi visual karena di bawah pengaruh obat bagian-bagian yang terpisah saling berbicara satu sama lain.

Para ilmuwan pekan ini melaporkan pertama kali dampak LSD pada otak ketika ditelanjangi scan pencitraan diambil dari relawan yang setuju melakukan eksperimen demi ilmu pengetahuan sebagai bukti riil dasar saraf dengan efek yang dihasilkan salah satu obat paling legendaris.

Imperial/Beckley Foundation

"Ini adalah temuan neurosains versi Higgs boson dengan fisika partikel yang terlalu sulit dilakukan. Para ilmuwan entah takut atau kendala hukum untuk melakukannya," kata David Nutt, neurofarmakolog Imperial College London.

LSD pertama kali disintesis pada tahun 1938 tetapi sifat psikologis luar biasa tidak jelas sampai tahun 1943. Sepanjang tahun 1950-an hingga 60-an obat memiliki dampak besar dalam psikiatri meskipun pengaruh pada budaya anak muda menyebabkan senyawa dilarang tahun 1960-an.

Pelarangan LSD memiliki efek langsung pada penelitian ilmiah dan mencegah potensi penggunaan terapeutik sejak itu. Eksperimen Nutt dan rekan dimungkinkan setelah melalui kampanye bersama The Beckley Foundation yang meneliti zat psikoaktif.

Para peneliti mengundang 20 relawan sehat untuk menghadiri klinik pada dua hari berbeda. Satu hari mereka mendapat suntikan 75mcg LSD dan di hari lain menerima plasebo. Tiga teknik pencitraan otak berbeda digunakan sekaligus untuk mengukur aliran darah, koneksi dan gelombang otak.

Jurnal : Robin L. Carhart-Harris et al. Neural correlates of the LSD experience revealed by multimodal neuroimaging, Proceedings of the National Academy of Sciences, April 11, 2016, DOI:10.1073/pnas.1518377113
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment