Langsung ke konten utama

Percakapan Door to Door Efektif Mengurangi Prasangka Transgender

Penelitian ~ Percakapan face to face 10 menit membantu mengurangi transphobia. Tatap muka singkat diisi percakapan benar-benar mengurangi prasangka terhadap transgender.

Door to door canvassing sangat sederhana dan tidak menghakimi mengurangi prasangka terhadap orang transgender. Para relawan turun ke lingkungan sekitar, pergi dari pintu ke pintu dan melakukan percakapan santai membahas isu LGBT terkait kebijakan besar politik dan hukum.

Eksperimen melibatkan 56 canvasser yang mengunjungi 501 warga di Miami untuk membahas masalah yang dihadapi orang-orang transgender setelah pengesahan undang-undang untuk melindungi dari diskriminasi cukup optimis membawa teori kembali ke papan tulis.

Canvassing yang dilakukan oleh Los Angeles LGBT Center yaitu sebuah organisasi LGBT dan diberdayakan dalam penelitian untuk melihat apakah mereka bisa menemukan dan menangkal serangan balasan apapun terkait undang-undang tersebut.

"Prasangka terhadap transgender dan orang-orang yang tidak sesuai gender adalah realitas sehari-hari yang mengerikan," kata Joshua Kalla, sosiolog University of California di Berkeley.

Untuk menjangkau warga secara efektif, canvasser menjalani pelatihan yang dikembangkan oleh Los Angeles LGBT Center yaitu pembekalan teknik-teknik terapi perilaku kognitif mengenai cara-cara terbaik dalam menghadapi stikma orang lain.

Para canvasser melakukan setiap tahapan pembekalan yang dirancang agar bisa menjangkau warga secara efektif yaitu terknik-teknik bagaimana mendengarkan, berbagi dan memotivasi orang lain untuk membuka diri tentang kehidupan mereka sendiri.

Ketika bertemu warga, para canvasser melakukan skema tahapan yaitu memperkenalkan diri, menjelaskan tentang berlakunya pencabutan peraturan non-diskriminasi dan kemudian meminta warga untuk menjelaskan pandangan mereka terhadap orang-orang transgender.

Seluruh interaksi hanya dilakukan 10 menit dan sekitar 70 persen warga menerima dengan tangan terbuka hingga seluruh interaksi selesai. Setelah 3 bulan, warga yang dikunjungi lebih menunjukkan perasaan "positif" terhadap transgender dibandingkan kelompok kontrol.

"Ini tidak mudah. Mirip terapi perilaku kognitif, Anda memikirkan pendapat dan perilaku sendiri untuk mengubah diri sendiri," kata David Broockman, ekonom politik Stanford University.

Perspektif yang menyertai penelitian menjadi langkah kunci dalam mengambil keluar kembali ilmu-ilmu sosial dari laboratorium dan ke dunia nyata untuk melihat bagaimana orang-orang nyata dapat diubah oleh eksperimen langsung di dalam masyarakat.

Sebuah percakapan tatap muka bukan hal yang lebih remeh dibanding intervensi lain yang digunakan untuk mempengaruhi sikap politik atau sosial seperti tayangan iklan durasi 1-2 menit di media massa. Interaksi bermakna bisa dibangun nyata dalam waktu singkat.

Para ilmuwan mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah penelitian kecil ini dapat ditingkatkan lebih tinggi untuk mempengaruhi populasi yang lebih besar. Broockman mengatakan optimis penerapan yang lebih luas untuk membantu mengurangi prasangka.

Pendekatan yang dilakukan canvasser bertujuan tidak hanya untuk survei prasangka atau menyebarkan kesadaran, tetapi untuk mengubah pikiran orang secara permanen yang mengubah pandangan ilmiah bahwa bias dapat diubah dengan cara-cara sederhana.

Sikap terhadap transgender sering melibatkan agama dan emosi kuat sehingga banyak ilmuwan mematok prasangka transgender lebih kuat dari prasangka yang lain dari yang lain. Sekarang Broockman dan Kalla datang dengan data berbeda.

LGBT Center telah mencoba banyak teknik persuasi berbeda-beda selama bertahun-tahun. Para canvasser mengikuti pelatihan "analogic perspective taking" dengan mendiskusikan pengalaman orang lain yang dianggap berbeda untuk menghasilkan empati dan simpati.

Jurnal : David Broockman & Joshua Kalla. Durably reducing transphobia: A field experiment on door-to-door canvassing, Science, 08 Apr 2016, DOI:10.1126/science.aad9713

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…